Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Blue Eyes

The Blue Eyes

panggilku dari tengah ruangan. "Sebentar," jawab Viana dari dalam kamar yang berada di bagian samping kanan bangunan. Aku mengamati sekeliling ruangan, meskipun sudah beberapa minggu tinggal di sini, tetapi baru kali inilah aku memasuki paviliun. Perabot dari kayu jati asli mendominasi ruangan. Empat kursi yang sandarannya berbentuk melengkung, mengingatkan akan kursi ruang tamu vila. Sedetik kemudian barulah aku menyadari bila set kursi itu sedang top, bahkan mungkin saat ini adalah puncak kejayaan para pengusaha furniture tersebut.
95.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Pure Blood (DARAH MURNI)

Pure Blood (DARAH MURNI)

tanya Diana menyadari kehadiran Rai di belakangnya. “Kursi ini tampak sama dengan kursi pada umumnya, kecuali material-material yang dibuat khusus untuk merangkainya. Selain itu, kursi ini tidak memiliki arti apapun yang spesial,” lanjutnya dan kemudian berbalik menatap vampir ini.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Atasanku, Suami Keduaku

Atasanku, Suami Keduaku

Kursi itu biasa ia gunakan apabila sedang mengerjakan sesuatu di meja Indah dan mereka memerlukan sebuah kursi cadangan. Indah mengangguk saat pria berjas hitam seperti agen di film spionase menunjuk kursi kosong di sebelahnya. Pria di sebelahnya itu memandang tiap benda di dekat mereka dan mengangguk. Indah tadinya ingin berkonsentrasi dengan pekerjaannya, tapi pria yang jelas-jelas terlihat gugup cukup mencuri perhatian. Ia iba karena teringat mungkin sebegitu kikuknya dia saat pertama kali tiba di kantor itu.
9.9355.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.4K kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (188)
Baca
+Pustaka
Martinabakir Artina
selalu sukaaa baca karya jus kelapa... imajiku bisa utuh menyeluruh melihat rangkaian ceritanya... puas banget... karya yang, mengalir indah selalu ada kata yg mengena di hati, selalu ada canda yg bikin senyum sendiri, terimakasih ya jus... sehat selalu dan selalulah berkarya....
Eka Defy
cerita kak njus tu selalu detail masalh umur dan lain2 sll diprhatikan,mnjadikan kisahnya tu sprti nyata ada. kisah CEO yg ditls kak njus ini lain dr yg lain,biasanya klo CEO itu bs melakukan apa aja bahkan sampe diluar nalar jd mmbosankn,tp ditangan kak njus kisah CEO ini seperti nyata sgt menarik
Baca Semua Ulasan
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Wadungsarpa dan ketiga pembantu setia membalas dengan cara menunduk hormat pula. ”Silakan duduk, Sanggariwut!” kata Wadungsarpa. ”Sudah lama kamu kutunggu-tunggu....” Sanggariwut duduk di kursi bersama mereka. Kini kelima orang itu telah duduk di kursi masing-masing. Kursi yang mereka duduki terbuat dari kayu jati yang diukir dengan bagus. Ada nuansa mewah dan megah melekat pada kursi-kursi jati terukir yang diduduki kelima orang tersebut. Ada meja bundar kecil di depan mereka.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Disuruh benerin kursi ini? Dimas menggaruk kepalanya. “Bapak ingin saya ganti kursi? Iya, ini memang kursinya bunyi terus, Pak.” Melihat wajah bingung Dimas, tatapan Pak Badar semakin menghakimi. “Ayat Kursi. Salah satu ayat agung dalam Al-Qur’an,” jelasnya dengan nada berat. Dimas memucat. Kesabaran Pak Badar berkurang satu derajat. “Ya sudah, kalau kau tak bisa. Ayat-ayat pendek, hafal apa saja?”
816 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Mempelai Pria yang Tertukar

Mempelai Pria yang Tertukar

Setelahnya ia duduk di atas kursi kebesaran Ganesha yang bersandran tinggi. "Emang kalau kursi mahal terasa beda dibokong. Empuk banget euy!" Arimbi mengoyang-goyang kursi girang. Memutar-mutar beberapa kali seperti bocah yang kegirangan karena diizinkan bermain-main.
1091.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Bukan Sopir Biasa

Bukan Sopir Biasa

sahut sekuriti dengan anggukan kepala pada Armila. Sementara itu, Santi merasa kesal pada Armila. Alih-alih Bagas mengelus perutnya yang buncit, tapi kini malah seorang sekuriti yang aman mendampinginya ke poli kandungan. Meski sebenarnya dia enggan ke sana, tapi dia tak bisa mengelak. Walaupun hatinya dongkol, tapi akhirnya Santi menurut juga ketika sekuriti datang dengan membawa kursi roda, dan memintanya untuk duduk di sana.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Orang yang Tidak Perlu Menunjukkan Diri Dan kemudian— aku melihatnya. Bukan karena dia mencolok. Justru karena dia— terlalu biasa. Duduk di kursi. Minum kopi. Melihat ke luar jendela. Seperti orang normal. Tapi— semua di sekitarnya… terasa berbeda. Pengguna yang Tidak Perlu Bergerak “Dia…” bisikku. Adrian mengikuti arah pandangku. “…yang itu?”
10831 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Tempat di mana ruangan rapat, dipenuhi berkas dan meja dan kursi dan cat dinding berwarna monokrom. Auranias Pingai berambut gimbal panjang ini melemparkan kursi pada Haruka. 'Druak'. Kursi berbahan kayu itu hancur begitu tinjuan Aura dilayangkan Haruka. 'Puafh-Puafh'. Disertai [Bola-Bola Aura] dan aksi akrobatik, atau memanfaatkan barang-barang yang ada di sini,—khusus untuk barang mahal, sebangsa komputer atau penanak nasi tidak digunakan—melemparkan buku tulis, handuk, topi, pulpen, piring serta kaus kaki.
1019.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 734 kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Baca Semua Ulasan
Kupinang Mantan Istriku

Kupinang Mantan Istriku

Jas putih yang biasa menjadi kebanggaan teman sejawatnya juga tak ia gunakan. Ammar mengangguk tegas, beda dengan Ayudia yang masih terus-terusan menyeka pipi yang basah. Mereka jalan seperti antrian ATM. Masuk ke ruangan yang tak begitu besar. Hanya ada satu meja dengan satu kursi empuk yang merupakan kursi kebesaran. Juga dua kursi untuk orang-orang yang tengah dilanda kekhawatiran. Satu lemari dokumen dan sofa untuk para asisten.
1044.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Ziza Ziz S
asikk cerita nya.. permulaan nya bikin kesel ama watak umi + abi + pameran utama..masing² selfish kasihan ayudia.. byk pengajaran yg bisa jd dukungan dlm cerita ini... sesungguhnya Allah SWT tidak akan membebankan hambanya sesuai dengan kudratnya sendiri....
Ainun Putri
sudah ada beberapa novel kubaca, alur ceritanya sama. hanya saja, para author nya mengemas kisahnya dengan alur sedikit berbeda-beda. Di mana suami istri berpisah dan si istri nikah lagi kemudian suami keduanya meninggal lalu kembali rujuk dengan suami pertama. menurutku ceritanya bagus.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status