Istri Cantikku Ternyata Lampir
“Pengkhianat seperti dia pantas mati! Aku telah mengorbankan kecantikanku untuk menyelamatkanmu dari kematian, tapi apa balasanmu?! Kau menghinaku ... menuduhku lalu mencampakkanku! Mati pun kau tidak akan tenang Kumbang, sebab aku akan membinasakan semua keluargamu!”
Lampir gelap mata, dia mengacungkan tongkat saktinya untuk membunuh Kumala dan bayinya. Belum sempat ia mengerahkan tenaganya, Kumbang merangkak memegangi kaki Lampir berbicara lirih dalam kesakitannya, “Lampir, biarlah aku saja yang mati. Tolong lepaskan putriku ... tidak kah tersisa sedikit kebaikan dalam hatimu. Lampir ....”
인기 회차