MAWAR
Lagipula
dia hanya memukul pria itu hingga wajahnya babak belur, tidak lebih.
Farrel menggeleng maklum. "Ngomong-ngomong, pelayanmu itu sangat cantik. Setidaknya malam ini aku tidak akan kesepian," Farrel meminum teh hijaunya dengan perlahan, tatapannya lurus pada pelayan yang mempunyai bokong indah itu.
"Bagaimana mungkin kau merayu seorang pelayan heh? Apa selera mu sudah pindah kasta?"