Lelaki Pilihan Surga
“Ya Allah, pikiranku ini selalu kacau balau, saat diskusi dengan kamu!”
Aara tersenyum.
“Cit, mampu atau tidak mampu, yang bisa menakar itu, adalah diri kita masing-masing. Cicilan rumah itu bisa sampai sepuluh atau lima belas tahun. Luar biasa panjang Cit. Apakah kamu yakin, akan hidup selama itu?”
“Ra, kita kan juga harus berjuang di dunia, seperti akan hidup selamanya!”
“Ya, kamu betul sekali! Dan, berjuang demi akhirat, seakan kita akan mati esok hari. Iya kan?”
Sikat na Kabanata