EMERALD
Latopiacontoh puisi bullyingcinta yang menyiksa
“Emang Bibi gak pernah denger ya, kalau di sekolah Alin suka bully orang, mana mungkin seorang pembully kalah sama Freya yang anak mami itu. Uhh... Mau di taro di mana muka Alin kalau kayak gitu. “Alin tertawa kecil, ia berusaha menghibur pembantu kesayangan nya itu.
“Sekarang Bibi angkat wajah Bibi, jangan nunduk gini dong Bi. Gimana Alin mau liat wajah Bibi yang cantik, kalau Bibinya aja nunduk terus. “
Alin tersenyum manis, perlahan Bi Asih mengangkat wajah nya itu.
“Nanti kalau Alin pulang dengan kondisi apa pun, Bibi harus nyambut Alin dengan senyuman ya Bi. “
Bi Asih perlahan menarik ujung bibirnya. Bi Asih berusaha tersenyum agar Alin tidak terus bersedih melihat nya seperti ini.
“Iya
Beliebte Kapitel