LOGIN"Kau melihat sesuatu malam itu?" Nayla langsung berlutut ketakutan. "Ampun, Yang Mulia. Aku tidak akan mengatakan apa pun." Sultan justru mengangkat dagunya dan tersenyum tipis. "Terlambat." Hidup Nayla berubah sejak malam ia tidak sengaja memergoki rahasia pribadi Sultan di paviliun terlarang. Ia pikir dirinya akan dihukum mati. Namun keesokan harinya, ia malah dijadikan pelayan pribadi Sultan. Sejak saat itu, seluruh istana memusuhinya. Para selir menganggapnya ancaman. Adik tiri sultan mulai menggodanya tanpa malu-malu. Panglima kerajaan diam-diam melindunginya. Dan Sultan... Sultan tidak pernah membiarkannya pergi terlalu jauh. Di tengah fitnah, kecemburuan, dan perebutan hati yang semakin rumit, Nayla menyadari bahwa rahasia yang ia lihat malam itu bukanlah kutukan. Melainkan awal dari kehidupan yang tak pernah ia bayangkan.
View MoreKeesokan paginya, atmosfer di dalam istana Al-Qamar mendadak terasa jauh lebih pekat oleh kabut desas-desus.Nama Nayla Azura mendadak menjadi bahan pembicaraan tunggal yang bergulir liar di setiap sudut dinding batu kekaisaran. Namun, ia tidak lagi dibicarakan sebagai seorang pelayan miskin yang bernasib malang.Melainkan, sebagai selir rahasia yang paling pandai memikat hati Sultan Azfar di balik tirai sutra.Gosip panas itu menyebar dengan kecepatan yang mengerikan, menjalar bagai api yang menyiram tumpukan jerami kering.Di area dapur istana, para juru masak menghentikan ayunan pisau mereka hanya untuk saling mendekatkan kepala. Sementara di barak pertahanan, beberapa pengawal berbisik-bisik sembari berpura-pura mengasah bilah pedang mereka yang berkilat tajam."Kudengar sendiri dari pelayan dalam, Sultan memberinya parfum kristal suci yang tidak pernah diberikan kepada selir mana pun," bisik seorang dayang dengan mata berbinar penuh kedengkian.Seorang pelayan senior menggelengkan
Selir Safiya menggertakkan giginya begitu keras hingga persendian rahangnya terasa nyeri, tepat saat punggung tegap Sultan Azfar berjalan meninggalkan koridor bawah tanah bersama Nayla.Tangannya mengepal begitu kuat di balik lipatan kain sutra, membuat kuku-kuku panjangnya yang tajam menancap dalam ke telapak tangannya sendiri hingga menimbulkan rasa perih.Belasan tahun ia telah mengabdikan diri dan merangkak di sisi Sultan demi mempertahankan posisinya di dalam harem. Namun baru kali ini, dalam sejarah hidupnya yang penuh intrik, pria berhati batu itu rela melontarkan kebohongan publik demi menyelamatkan seorang pelayan rendahan.Setelah Sultan Azfar menitahkan kalimat mutlak bahwa parfum kristal itu adalah hadiah pribadinya untuk Nayla, seluruh ketegangan di barak pelayan mendadak bubar dengan hati penuh tanda tanya.Tidak ada satu pun orang, termasuk para panglima perang, yang berani membantah ucapan sang penguasa tertinggi.Satu per satu barisan Pengawal Hitam mulai meninggalkan
Brak!Pintu kayu lapuk itu dihantam keras hingga engselnya nyaris terlepas dari dinding batu.Seluruh isi kamar kecil milik Nayla langsung diacak-acak tanpa ampun oleh para Pengawal Hitam yang beringas.Pakaian, tikar, dan wadah air tembikar dilemparkan ke lantai hingga hancur berkeping-keping. Di sudut ruangan, Nayla hanya mampu berdiri membeku dengan wajah pias dan napas yang tertahan di tenggorokan.Penggeledahan brutal itu terus berlangsung dengan intensitas yang semakin menakutkan. Kasur jerami tipis milik Nayla dibongkar paksa hingga isinya berhamburan mengotori lantai yang lembap.Lemari kayu satu-satunya dibuka kasar, disusul kotak penyimpanan pakaian yang langsung dibalikkan begitu saja.Di luar ambang pintu, semua pelayan wanita dari barak bawah tanah telah berkumpul untuk menonton jalannya eksekusi tersebut.Suara bisik-bisik ketakutan dan kedengkian mulai muncul ke permukaan, memecah kesunyian koridor yang remang."Itu kamar milik Nayla Azura, pelayan kesayangan baru Sultan
"Kalau Sultan mulai melindungi pelayan sialan itu dari jangkauan tanganku..." gumam Safiya dengan nada suara yang disengaja merendah bagai desisan ular.Selir Safiya memutar botol parfum kesayangan Sultan di antara jemarinya yang lentik sembari menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan bisa.Kilatan kaca kristal wadah wewangian itu memantulkan binar kejam dari sepasang matanya yang sehitam malam."...maka aku akan menggunakan tangan Sultan sendiri untuk menghancurkan dan menghukumnya sampai mati," lanjutnya sembari meremas botol kristal itu hingga buku jarinya memutih.Di dalam kemegahan Paviliun Safiya yang bertabur permata, sang selir favorit duduk dengan keangkuhan mutlak di depan meja rias marmernya. Selir Layla, Selir Jihan, dan Selir Amira berdiri mengelilinginya, menciptakan atmosfer persekongkolan yang kental.Mereka masih tidak terima atas kekalahan politik dan penghinaan yang mereka rasakan di taman mawar beberapa hari lalu."Sejak gadis desa itu menginjakkan kakinya di kam
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews