Jebakan Manis
"Sayang, jangan salah paham. Dia hanya mantan pacarku. Kami sudah bertahun-tahun nggak berkomunikasi. Tapi tiba-tiba, hari ini dia datang menggangguku!"
Melihat Liam, aku merasa menemukan penyelamat. Aku langsung menghampirinya, merangkul lengannya, dan berakting seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.
Bersamaan dengan itu, aku memberi kode mata pada Liam agar dia mau bekerja sama denganku.
Liam mengerti maksudku. Dengan sangat natural, dia mengusap kepalaku dan tersenyum lembut. Dia berkata, "Sayang, tentu saja aku percaya padamu."
Chapitres populaires