Bukan Pemuas Nafsu
terlihat jelas bahwa dia sedang berbohong.
Aku mengerutkan dahi mendengar jawabannya lalu berkata. “Ya udah sana! cepet ke toilet, entar keburu pipis dicelana, kan gak lucu, udah besar masih pipis di celana, ckckck ... kamu kan paling gak bisa nahan pipis, Yu! dulu aja waktu camping di sekolah, kamu pipis dicelana kan, gara-gara ngantri di toilet yang penuh!” ucapku sambil tertawa di hadapan mereka, tampaknya Ayu sangat kesal dengan ucapanku, wajahnya memerah menahan malu di hadapan Anto, tangannya terlihat mengepal walaupun ia tutup dengan bantal kursi yang sedari tadi di pangkunya.
Tenang aja, Yu! ini baru permulaan, masih pemanasan, kamu akan mendapatkan yang lebih dari rasa malu yang sed