Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

Sudah lebih dari sepuluh menit ia berdiri di situ, menimbang-nimbang, memikirkan langkah berikutnya. “Masih belum yakin, Tuan Muda?” tanya Marcel, asistennya yang selalu tahu kapan harus muncul dan kapan harus diam. Keane menyimpan ponselnya ke saku. “Nayla terlalu polos. Dia tidak tahu apa yang sedang dia masuki.” Marcel menatapnya, mencoba membaca ekspresi di wajah pria itu. “Kalau begitu, kenapa tetap lanjut?”
10414 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as menetap
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

"Tapi jangan berhenti bergerak hanya karena rasa takut." Kata-kata itu membekas. Di tengah rasa sakit dan rindu yang belum terjawab, aku mulai belajar untuk menoleransi ketidakpastian. Aku mulai memahami bahwa mungkin—hanya mungkin—tidak semua hal harus segera terjawab. Termasuk pertanyaanku tentang Adrian. Apakah dia sengaja menjauh? Atau sedang dalam masalah? Atau hanya... tidak cukup peduli?
1.8K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as menetap
Read
+Library
SELINGKUH

SELINGKUH

Happy reading and enjoy! Chapter 11 One Night Stand Setelah lima belas menit Jack selesai dengan panggilan teleponnya dan mendekati Sheila yang berdiri di depan meja panjang yang berisi hidangan dan berbagai macam minuman dari yang beralkohol dan tidak. "Sepertinya kau mulai bosan," kata Jack.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 515 Times as menetap
Read
+Library
30 Days Girlfriend

30 Days Girlfriend

Satpam komplek aja nggak sekepo dia. *** W******p group -Diet Mulai Besok- Leny: Ngumpul yuk! Amee: Ayo ayo Leny: Ngga, mau nggak? Leny: Mumpung weekend nih Amee: Masih tidur ya lo @Rheajingga?
1037.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as menetap
Read
+Library
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

"Antara ibu dan anak nggak boleh ada dendam. Aku benar-benar tulus ingin minta maaf ke ibu. Sebentar lagi aku ulang tahun, ibu datang, ya. Nanti aku akan menebus kesalahanku dengan minum tiga gelas anggur." Aku sudah tidak tahan. Zayn hanya fokus menjebakku, dia tidak peduli apa yang kupikirkan. Zayn berkata, "Umurku sudah 32 tahun, ibu nggak perlu memberiku hadiah. Dulu Tante Anisa memberiku posisi sebagai manajer, sayangnya sekarang perusahaannya bangkrut."
5.6K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as menetap
Read
+Library
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Ari melihat mereka menggangguk sebagai isyarat setuju. "Oke, dikarenakan sekarang masih jam 8 kurang 15 menit, ada 15 menit untuk kalian bersiap-siap. Jangan lupa keluarkan buku catatan, pulpen, tipe-x. Jangan lupa juga, matikan handphone kalian atau silent aja karena ini merupakan salah satu sikap menghargai seseorang. Paham?" "Paham, Kak." ❄ Jam istirahat telat tiba, semua penghuni kelas berbondong-bondong menuju tempat favorit di setiap sekolah. Apalagi kalau bukan kantin? Tempat yang paling disukai oleh ratusan pelajar.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as menetap
Read
+Library
Menyerah

Menyerah

Bab 3 *Agresif Tak terasa seminggu sudah eyang meninggalkan kami, acara tahlilan tujuh hari pun usai digelar. Tenda, kursi, karpet dan semua peralatan acara sudah dibereskan. Rumah jadi kembali bersih dan terlihat lega.
1017.9K viewsCompletedAdded to Library 358 Times as menetap
Read
+Library
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

jawab Al dengan nada dingain ********* Bantu like komen vote dan hadiahnya temen temen Dukungan kalian akan membuat author lebih semangat untuk update
103.7K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as menetap
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Prolog Pukul dua belas malam, dan lelaki itu belum pulang juga. Aku lelah mondar-mandir seperti orang gila. Menunggu tanpa kepastian entah kapan dia datang. Sudah tiga ratus enam puluh lima malam aku habiskan dengan menunggu. Berharap dia sudi menghabiskan malam bersamaku, bercerita tentang apa saja, menebus siang yang kuhabiskan dalam kesunyian.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as menetap
Read
+Library
Takdir Yang Tertunda

Takdir Yang Tertunda

Matanya tak henti-hentinya melihat ke arah pintu masuk. "Coba tanya Renata?" Usul mamanya. "Ada apa? Move ketemu siapa? Kok lama?" "Itu juga yang baru aku bahas. Perasaanku nggak enak ni!" Ray menarik nafas berat. "Nervous mungkin. Sebentar lagi mau jadi pengantin," sela Farhan. "Bukan itu! Seperti terjadi sesuatu dengan Move," "Akh berlebihan!" Sergah Farhan menutup kegelisahan hatinya yang sedari tadi juga merasakan hal yang sama yang dirasakan Ray.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 460 Times as menetap
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status