IPRIT
tutur Wisaka.
Arwah Uli menangis, Wisaka tidak tega melihatnya, tetapi dia tidak mengerti dengan persoalan yang dihadapinya. Apalagi menyangkut masalah pesugihan, Wisaka betul-betul tidak mengerti.
"Hujan sudah reda, Nyai, aku harus melanjutkan perjalanan, aku hanya bisa berdoa, semoga arwahmu bisa kembali ke sisi yang Maha Kuasa," imbuh Wisaka sambil bersiap. "Ayo Faruq, kita lanjutkan perjalanan kita," ajak Wisaka.
Chapitres populaires