NODA
Mama beranjak menghampiri kami.
Kuraih punggung tangan lalu mengecupnya, begitu juga dengan Anyelir.
"Megan khawatir aja ninggalin Nizam terlalu lama, lagian kami juga sudah kangen."
"Hai, Megan." Ervan mengekor di belakang Mama, menyapaku, kemudian beralih pada Anyelir yang menanggapi dengan senyum simpul saja, selebihnya hanya menundukkan kepala lalu mendekat ke arahku, dan melingkarkan tangannya pada lengan. Aku tahu melihat gesture tubuhnya dia ingin mengatakan padaku agar aku menahan emosi. Ya, Anyelir lebih suka berada dalam zona aman dan nyaman, tanpa permusuhan dengan orang lain yang hanya akan menambah beban pikiran saja, menurutnya.
인기 회차