Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan
Seharusnya kulitnya meremang dan napasnya tercekat akibat serangan panik, reaksi tubuhnya setiap kali kulitnya bersentuhan dengan manusia lain.
Namun, terkurung di antara dinding lemari dan dada bidang Arlan, penyakitnya itu seolah lenyap.
“Hemm, cepet banget sih padahal aku masih mau dok,” ucap koas itu setelah mereka menyelesaikan percintaan dengan cepat.
“Aku masih ada operasi malam ini, besok malam tunggu aku lagi, kita main lebih lama.”
“Oke, sayang. Muaaah.”
Hot Chapters