Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
30 Hari Menjadi Pacar Kontrak Presdir Dingin

30 Hari Menjadi Pacar Kontrak Presdir Dingin

Rayyan pun mengikuti atasan sekaligus sahabatnya itu ke dalam ruangan. "Ada apa?" tanya Rayyan. "Lo sehat?" "Gue titip kantor!" "Lo mau ke mana?" "Mau nenangin diri, enggak tahu ke mana." "Lo benar-benar suka dengan asisten Lo, Tam?" "Menurut Lo?" Rayyan menarik napasnya, "coba Lo ke pantai!" "Ngapain?" "Coba aja!" "Lo mau buat gue kayak orang gila, ke pantai tanpa alasan yang jelas? Ah, atau Lo tahu sesuatu yang gak gue tahu?"
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
Obsesi Manis Suami Misteriusku

Obsesi Manis Suami Misteriusku

Melihat kesenangan terpatri pada wajah tua bangka Rayan, pria itu mendengus disertai kekehan. "Tinggi sekali khayalmu untuk terbebas dari sini hanya dengan mengandalkan putrimu yang lemah, Rayan," paparnya. Suara berat itu menggema pada setiap ujung lorong. Rayan bangkit dari duduknya. Berdiri di depan tiang sel lantas ia lempar serbuk pada genggamanya yang kontan menghilang di udara. Menatap bengis pada sang pria yang justru memandangnya dengan seringai licik.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Dulu. Sekarang tentu beda." "Beda apanya?" "Apa-apanya." "Apa-apanya itu apa?" "Apa yang termasuk apa-apanya." "Apa itu?" "Menurut kamu apa?" "Apa-apanya." "Surya benar." "Apa katanya?" "Kau pejantan liar." "Betina yang liar ke aku." "Karena rayuan mautmu." "Aku tidak pernah merayu perempuan. Mereka datang sendiri."
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai pantun rayuan
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Baca Semua Ulasan
Bunga Perang Shogun Tokugawa

Bunga Perang Shogun Tokugawa

Here's what love is; a smoke made out of lovers' sighs When the smoke clears, love's a fire burning in your lover's eyes. Ia mempersilahkan Tuan Haruto untuk menuliskan bait puisi itu dalam huruf kanji di bawah tulisan latinnya. Setelah pria tua itu selesai, Andrew mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kemudian berkata, ''Siapa yang bisa menjabarkan arti pantun ini?'' tanyanya sambil memperhatikan satu persatu wajah gadis-gadis di hadapannya itu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
Rayuan Mantan Kekasih Suamiku

Rayuan Mantan Kekasih Suamiku

Hening, semua sorot mata berpusat pada permainan piano Rania, hingga satu lagi selesai dan disambut tepukan meriah. 'Awas kamu, Rania!' geram Karin dalam hati. Dia jengkel karena Rania berhasil menyita perhatian dan membalikkan asumsi banyak orang. Rania kembali mengambil mikrofon-nya. "Ya, ini hadiah untuk pasangan tunangan malam ini. Semoga mereka bahagia, karena Saya sungguh ikut bahagia atas pertunangan ini. Dan jangan sungkan untuk cepat-cepat melangsungkan pernikahan, karena proses perceraian kami akan terus berjalan. Terima kasih dan selamat menikmati pestanya. Oh, satu lagi. Jangan takut untuk jadi sukses. Meski orang akan berprasangka seperti level IQ-nya soal kesuksesan kita. Biark
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
RAYUAN SUAMI MISTERIUS

RAYUAN SUAMI MISTERIUS

Ternyata, sebagin kata telah dilingkari dengan tinta spidol hitam. Deretan kata yang ditandai jika dibaca berurutan dari atas ke bawah adalah: Pergi, dia, bukan, orang, baik, bukan, suami, kamu. Elrissa bingung sekaligus takut. "Bukan orang baik? Siapa? Ini apa maksudnya? Seseorang memberiku pesan di koran? Tapi, siapa yang membungkus potongan koran di kantong plastik? Apa ada orang barusan?"
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi Ja ngaya nggembol lali Syair yang memuat point randa atau janda itu dirasa Sarni Trilili nyenges dirinya. Ada rasa sir di hatinya. Sakit, agak sakit. “Kita pulang, Rip.” “Sebentar, Mbakyu. Biar mereka makan kaca dulu.” “Lho, ini bukan jaran kepang atau jathilan.” Surip Sasawati ngeyel, “Tapi di desa ‘be’ tadi siang mereka ngremus kaca, kok.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
Selingkuh itu Ilmiah

Selingkuh itu Ilmiah

Aku tidak percaya, ternyata tubh mertuaku jauh lebih nikmat dari pada istriku sendiri malam ini aku melepaskan hasrat ku dengan Mama Liona Ibu mertuak sendiri. “Enak banget ma, sampai sampai aku tidak bisa berhenti menggoyang”. Ucap Rayen yang sangat puas malam itu “Kamu juga sangat perkasa Rayen, mama sampai kewalahan, ayo kita lanjut lagi”
802 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
Sebelas Tangkai Mawar

Sebelas Tangkai Mawar

ucapan Melani ambigu namun, kak Iqbal faham maksud istrinya. Kak Iqbal menarik tangan istrinya dan mengajaknya duduk di ranjang mereka. "Apapun kamu, kamu tetap istri tercantik di dunia!" Rayu Kak Iqbal, tentu saja membuat Jordy pura-pura mual. Apalagi melihat kak Melani bergelayut manja pada suaminya. "Dari pada jadi kambing congek, mending kerja!" Jordy melewati pasangan yang sedang so sweet itu. "Nyesel datang ke sini!" keluhnya dan di balas dengan lemparan bantal oleh Kak Melani.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
Berebut Pantas

Berebut Pantas

Setelahnya, dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang ke arah Selatan. Ada yang sedang Varen tunggu di area taman mini dekat pedagang Kue Terang Bulan. Seketika dia teringat kepada Arash yang suka membuat video ulasan tentang jajanan tradisional hingga mendapat banyak penggemar. “Kau begitu bersinar meski sering merasa kesepian,” ucap Varen yang masih teringat Arash. Satu tarikan nafas dalam mengiringi langkah Varen menuju salah satu bangku panjang di area taman. Sesekali dia mengecek ponselnya, berharap yang dia tunggu akan segera datang.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai pantun rayuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status