Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Iparku Menjadi Ibu Susu Anakku

Iparku Menjadi Ibu Susu Anakku

Keduanya sama-sama menarik tangan Marsa, berusaha merebutnya. Di dalam mimpinya, Lisa berlari sekuat tenaga, berusaha untuk menyelamatkan Marsa dari Mario yang Daniel yang entah kenapa di mimpi itu berwujud menjadi monster menyeramkan. Tapi rupanya terlambat. Marsa sudah tercabik-cabik dan hilang begitu saja. Lisa berteriak seperti orang kesetanan, hingga akhirnya ia bangun dari mimpi buruk itu.
611.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Pesona Upik Abu

Pesona Upik Abu

Kata-kata Sri menembus langsung ke balik topeng es yang selama ini dipakainya dengan rapi. ​Alih-alih marah, sebuah binar aneh muncul di mata Sagara. Rasa penasaran yang tadinya dipenuhi kecurigaan kini bercampur dengan rasa takjub yang berbahaya. Gadis di depannya ini bukan lagi sekadar ‘Upik Abu’ yang bisa disetir seperti bidak catur. Dia memiliki taring, dia cerdas, dan dia tahu cara menyerang di titik terlemah.
422 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Aku Mau Kamu di Kamarku

Aku Mau Kamu di Kamarku

sindir Lisa dengan kedua bola mata memutar malas. Kalian bayangkan saja, saat pertandingan basket tengah dijeda karena istirahat, tiba-tiba saja ada salah seorang pemain basket dari kampus mereka yang berjalan ke tribun penonton. Jelas hal itu membuat beberapa histeris, ya bisa Lisa tebak kalau pemain itu salah satu yang terkenal. Lebih membuat penonton histeris lagi, pemain basket itu justru menghampiri bangku Salina dan Lisa yang tengah sibuk menatap keributan. Kaget saja Lisa saat tiba-tiba tangan Salina digenggam dan dibawa pergi oleh pria yang Lisa tidak tahu namanya karena di jersi pria itu hanya bertuliskan MJ. Ya itulah kejadian yang sempat membuat Lisa kesal, dia anak baru di kampus
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Apa yang di katakannya sama seperti yang di katakan Ajeng dan Arga. "Aku tahu siapa Aisha. Lebih tepatnya nona Aisha, dan aku adalah asisten pribadi Bu Ajeng yang di tugaskan untuk menjaga dan melihat apa yang terjadi pada rumah tangga anaknya. Ternyata hati seorang ibu tidak bisa di bohongi putrinya menderita menikah dengan pria yang di cintainya mati-matian. Pria yang ia perjuangkan ternyata membuatnya menderita dalam pernikahan. Tugasku sudah selesai seiring perginya nona Aisha dari sini." Marini adalah asisten Diajeng yang di tugaskan untuk menjadi sahabat putrinya yang hidup di lingkungan baru bersama dengan keluarga barunya. Punggung Marini menghilang tubuh Ferdi ambruk ia duduk di ter
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

Sesuai dengan nama perkemahannya, yakni Perkemahan Pesisir Pantai. Amanda dan Marsha langsung terbahak kencang, mereka berdua menertawakan cara masing-masing prianya melangkah maju dengan susah payah. Mereka tidak terbiasa melakukannya, jadi mungkin agak terlalu kesulitan. Michel beberapa kali ingin terjatuh, tetapi kemampuannya untuk menyeimbangkan tubuh sangat baik sehingga pria itu bisa bertahan hingga di pertengahan permainan.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Menikahi Pemain Wanita

Menikahi Pemain Wanita

“Kalau begitu, kita punya kesepakatan.” Zimam, yang sejak tadi hanya menjadi penonton paling tenang, akhirnya berdiri. Ia menepuk tangan pelan, menimbulkan suara yang terdengar sinis. “Luar biasa, Arisa. Kau bukan hanya cantik, tapi juga tahu cara menawar. Aku semakin tidak sabar melihat bagaimana kau akan bermain di rumahku nanti.”
765 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Rahasia Gadis Biasa

Rahasia Gadis Biasa

Jerit Marisa tidak menyangka, diikuti kedua mata teman-temannya yang sama-sama terbelalak melihat wajah lelaki itu ada di mesin pencari. "Ma-maksudku, lihat!" Telunjuk Marisa mengarah pada biodata di bawahnya, "Dia adalah putra pertama dari pesepakbola dunia, Ata Ersöz, namanya ..." "Evren Ersöz?" Rain menarik napasnya tinggi-tinggi, matanya masih terbelalak tidak dapat percaya. "DIA ADA DI KAMPUS KITA?!" "Darimana kamu mendapatkannya?" Bella bertanya heran.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

imbuhnya. Mawar bersimpuh dan menangis darah. Tangan transparannya bergerak terulur, seolah ingin memeluk raga renta yang kini sudah tak lagi bernyawa di hadapannya. "Tak bisa," lirihnya. "Energiku tak cukup untuk sekedar memadatkan diri," imbuhnya sambil tersedu-sedu. Tangannya menembus raga Mbah Karso. "Bangunlah, mari bermain petak umpet denganku. Kita berburu mangsa yang bersembunyi. Yang ketahuan, dia mati!" hibur Mariana.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

gumam Mawar. Arka belum tahu status Mawar adalah seorang istri orang. Dia sudah tergoda sejak pertama bertemu Mawar waktu kecelakaan itu, dari sanalah Arka terus merayu dan sampai berhasil mendapatkan hati Mawar. Mawar sudah wangi, dia mengelap air yang tersisa di badannya dengan handuk. Setelah itu dia keluar begitu saja tanpa baju dan berdiri dengan pose menggoda. Dia bersandar di tembok kamar mandi sambil menatap tajam ke arah Arka.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

~~~~ Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok, lusa, atau beberapa hari kemudian tetapi yang perlu di ketahui ialah apa yang kamu kerjakan hari ini adalah apa yang akan kamu kerjakan esok. Risa, mahasiswi jurusan Sastra Indonesia di salah satu kampus ternama di ibu kota, sedari kecil ia bermimpi menjadi seorang penulis hebat, dengan para pembacanya yang selalu terinsipirasi dengan apa yang ia tulis, tetapi sayangnya itu hanya sebuah khayalan dan mimpi yang enggak tahu kapan akan terwujud. Dorrrr! Risa tersentak kaget tatkala sebuah tangan memukul pundaknya sambil berteriak tepat di telinganya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai pemain mariposa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status