Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku

Jika dirinya harus menjadi senja, dan harus pergi saat detik waktu berlalu hingga warnanya pudar berganti gelap, Rea rela. "Selamat sore," sapa Jeno, sejak kapan pria itu berada di sana? Duduk santai di atas sofa menatapi dirinya, kenapa Rea tidak menyadari? "Warna jingga memang indah, meski waktunya di langit tidak lama, dia tetap membawa keceriaan. Apakah kamu menyukai warna jingga?" Ya, sejujurnya Rea tidak terlalu suka warna jingga pada awalnya, dia wanita feminim dan anggun identik dengan warna pink, tapi mulai sejak saat ini dia pikir warna jingga tidak buruk juga.
1047.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Dicampakan setelah Tidak Berpenghasilan

Dicampakan setelah Tidak Berpenghasilan

Setelah seminggu penuh aku selalu pulang petang, kini aku merasakan kembali keluar pabrik disaat matahari belum terbenam. Senja terpampang menjingga dengan megahnya menghiasi cakrawala. Sekejap aku menikmati mahakarya indah dari tangan Sang Pencipta itu. Aku ingin menemukan pria yang mencintaiku seperti senja. Senja selalu menerima langit apa adanya. Aku harap Tuhan sisakan satu laki-laki seperti senja yang diciptakan khusus untukku. ***
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
SANG PEMIMPIN DAN PEMBERI INFORMASI

SANG PEMIMPIN DAN PEMBERI INFORMASI

Sejenak menghempas masalah yang menjadi beban. Menikmati senja adalah alasan yang ku ciptakan. Meski sebenarnya, jika hanya menikmati langit jingga bisa ku lakukan dimana saja selama awan mendung tak menggelapkan. Namun seperti yang dikatakan banyak orang, menyaksikan matahari tenggelam kembali ke peraduannya di tepi pantai adalah hal indah yang sempurna. Aku menatap langit di ujung barat seperti penikmat senja lainnya. Untuk sepersekian detik, tanpa sengaja terputar satu memori dalam ingatan yang sudah mati-matian aku berusaha lupakan. Kupejamkan mata untuk menyadarkan diri, namun malah lebih terlarut didalamnya, menyelam jauh mengenang masa itu.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Cinta Zuddilla: Izzuddin and Arsyilla

Cinta Zuddilla: Izzuddin and Arsyilla

Senja adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam dan tenggelam. Banyak yang menyukai waktu ini karena di waktu senja kita bisa menikmati pemandangan langit yang dihiasi warna orange atau jingga yang menenangkan. Senja juga bisa menjadi waktu panorama yang paling istimewa, banyak anak manusia menjadikan senja teman kesendirian mereka.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Dinikahi CEO berstatus Duda

Dinikahi CEO berstatus Duda

Hembusan angin sore, begitu menenangkan membuat Anna dan Mario hanyut dalam perasaannya masing-masing. "Jika diibaratkan senja, aku ingin terbit dan tenggelam membawa sejuta kesan yang mendalam" Mario berujar tanpa menoleh pada Anna. Ia begitu menikmati pemandangan langit senja yang kian menawan. Anna menoleh, "Senja itu memang lukisan tuhan yang paling indah, namun aku tak begitu menyukainya. Sebab ia selalu saja pergi tanpa kepastian"
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian

Alfan berbalik badan, menyenderkan tubuhnya pada pembatas balkon hingga puas memandang wajah cantik Dara. “Aku masih nungguin jawaban kamu loh.” Dara tertawa kecil mendengar ucapan Alfan. “Karena senja tak hanya memberi keindahan melainkan juga sebuah ketenangan bagi penikmatnya. Kamu tahu apa persamaan antara senja dan embun, Al?” Alfan menggeleng cepat. Mungkin tidak ada jeda lima menit dari Dara bertanya.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Senja Olehku yang berduka Hai senja Warnamu indah Oren kemerahan Memberi semangat juga kehangatan Cahayamu memberi ketenangan Untuk hatiku Yang mengharu biru Hai senja Kau mengantarkan cahaya kehidupan Mengawali kegelapan malam Mengantar makhluk Ke peristirahatan Hai senja Lihatlah Aku terdiam Memandangmu Dengan luka Senyumku hilang Melayang Terbawa kegelapan Terbang bersama kebahagiaan Melayang Tinggi ke awan Hai senja
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Autophile

Autophile

Ah, pasti akan lebih menyenangkan jika ada kamu di sini bukan hanya namamu yang dibawa angin pendar jingga pada senja seakan mengisahkan tentang kamu indah, namun tak untuk kumiliki ku biarkan senja mengirimkan sajak-sajak indahnya padamu semoga angin pun bersedia menerbangkan kisahku yang merindumu di sini di pelantaran senja yang bergurat jingga Aku masih di sini, di pelantaran senja yang bergurat jingga. Aku sangat menikmati aroma pantai sore ini. Di temani hangatnya mentari senja dengan pendar jingga nya. Kembali aku gurat seuntai kisah di atas secarik kertas dengan tinta pena yang menjadi saksi bisu perjalanan ini. Di tepian senja, aku merangkai seuntai kisah dalam aroma jingga sang sen
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Ini sangat klise. Tentang senja saat kami jalan berdua. Terkadang aku berpikir, apakah sebenarnya senja itu mendukung tawa bahagia kita? Atau hanya sekedar menambah keindahan angan-angan?. Aku selalu berhenti pada satu titik dimana kau selalu hadir setiap kali aku melihat senja dan tertawa. Aku menyukai moment itu. Aku juga menyukaimu, tawa, lesung pipi dan wajah merah meronamu. Satu lagi, ternyata kau sangat pemalu.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Biasa

Bukan Pernikahan Biasa

"Biar saja. Mereka juga pernah muda, kan?" Fajar pagi yang indah. Senja terpukau dengan semburat jingga yang mencuat dari balik bukit. Sungguh suasana yang tenang dan damai. Ia rindu Radja. Semalam saja berpisah rasanya sudah tak karuan. "Mas, kita pulang sekarang. Aku kepikiran Radja," ajak Senja pada Sabda yang menghampirinya. "Iya, Sayang," jawab Sabda tidak jadi ikut menikmati fajar yang menyingsing.
10401.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.1K kali sebagai penikmat senja
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Endah Ariyani
kak Lis, kalau boleh tahu asli darimana yaa? Blitar kah? Jatuh cinta nta sama karya kakak Bukan Pernikahan Biasa, bener bener bagus...... ga ada rencana buat season 2 kak? aku baca maraton, sampai beberapa kali top up...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status