Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kabut Cinta Riana

Kabut Cinta Riana

Part 12 Sesal Senja tampak kian menua kala rinai hujan lirih menyapa. Berbalut kabut tipis yang memangkas kegagahan semburat jingganya, membuat kecantikan senja memudar seketika. Tanah kering di musim kemarau telah berganti dengan menguarkan harum aroma pertrikor sebagai pembawa ketenangan bagi jiwa-jiwa sepi yang merindukan aroma terapi. Tetes-tetes bulir bening yang menetap di dedaunan perlahan menggelinding cepat, jatuh dan menghilang sebab dersik mengembusnya kuat.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

Entah apa yang telah terjadi, perasaan untuk berhenti dan mengundurkan diri sering datang akhir-akhir ini, kadang merasa sulit, kadang tidak tenang, kadang merasa bersalah dan perasaan buruk lainnya yang mengganggu dan mengusikku. Sore itu cuaca terlihat, dengan cepat aku menyelesaikan pekerjaanku, ingin rasanya cepat pulang lalu pergi ke pantai untuk menikmati senja, senja yang selalu kurindukan sejak pertama aku menginjakkan kakiku di tempat ini, di mana aku bisa menikmati kesendirianku tanpa seorang pun
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

“Ah, ya, senja. Keindahannya merupakan ketidakpedulian dalam kesabaran yang diam; sebuah ironi dari keapatisan. Tapi begitu, pasti ada alasan sesungguhnya, alasan di balik segala alasan. Alasan apa dan mengapa.” “Entahlah. Aku tidak begitu memikirkan hal romantis itu. Bagiku, senja adalah maha seni kehidupan: sebuah gerbang pembatas antara cahaya dengan kegelapan yang selalu membuka dan menutup di waktu yang sama.” “Bung benar. Senja adalah maha seninya kehidupan. Dan seni itu adalah cinta yang menyeluruh.” “Apa yang kau tahu tentang cinta?”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

ujar Annisa sembari tersenyum malu. "Suruh keluar atuh cepet-cepet jangan sembunyi melulu," sahut Mbak Ratna yang kini ganti menggoda Annisa. "Kalau aku tau orangnya sih pasti udah kusuruh cepet-cepet keluar dari tempat persembunyiannya, Mbak hehe," ucap Annisa. Mereka berdua sungguh membuatku bisa tertawa lepas. "Ya, sudah kalian selamat menikmati makanannya ya, kalau kurang, kalian bilang aja nanti aku tambahin lagi," ucap Mba Ratna sembari melangkah kembali menyelesaikan pekerjaannya.
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Takdir

Antara Cinta dan Takdir

jawab Gentara yang terdengar aneh bagi ku. Kenapa dia tidak menyukai senja? Padahal senja sangat memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya. Oh, apa karena Gentara bukan manusia, jadi dia tidak menyukai senja. "Kenapa? Menurutku suasana ketika matahari terbenam sangatlah indah. Apa yang membuatmu tidak menyukainya?" tanyaku penasaran. "Aku tidak menyukai senja karena disaat itu aku harus kembali menjadi peri. Aku tidak bisa menemani mu jikalau malam tiba. Menyebalkan, bukan?"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

gumam Anisa sambil memandang langit senja. Seketika itu juga, dia merasakan kehadiran lembut Ayu, roh penjaga hutan yang selalu memberi mereka semangat dan dorongan. Senyum tipis terukir di wajah Anisa, merasa diberkati dengan kesempatan untuk berada di sini, melindungi hutan yang kini menjadi rumah dan sumber kekuatan bagi desa Sunyaragi.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Akhirnya Annaya menyerah, ia duduk di kursi usang yang telah lama berada di atap. Ia menatap langit-langit. Bola mata coklatnya seakan bersinar, sangat cantik. Annaya tersenyum. Ia sangat menyukai senja, meskipun kehadirannya hanya untuk sementara tapi tak dapat di pungkiri bahwa kehadiran senja juga sering di nanti. Annaya ingin memeluk Senja, baginya Senja adalah ibunya, ibu yang telah pergi dari kehidupan dunia ini untuk selama-lamanya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Menikahi Suami Palsu

Menikahi Suami Palsu

Dia mengangguk kemudian menjawab, "Lebih suka senja." "Kenapa?" "Makannya keburu dingin," timpal Wendy sedikit berjinjit untuk mengamati beberapa piring tersaji di atas mejanya. "Enggak kok," tepis chef Indra masih penasaran dengan alasan Wendy menyukai senja. Walau semburat oranye kemerahan di cakrawala memberi kesan romantis di hati setiap orang, tetap saja ada sesuatu yang menjadi dasar kenapa mereka menyukainya. Kalau chef Indra sendiri lebih suka sunrise apalagi jika dilihat dari puncak gunung Rinjani. Mengingatkannya petualangan bersama mendiang istri.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Suatu siang setengah bulan kemudian, aku sudah menetap di sebuah kota kecil di tepi pantai. Aku menjual cincin kawinku dan mendapatkan uang yang cukup banyak. Aku pun menghabiskan hari-hariku dengan menikmati makanan lezat serta pemandangan indah. Beberapa bagian tubuhku sesekali terasa sakit. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan hidup, jadi aku menjalani setiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhirku.
12.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status