Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Seruni Senja

Seruni Senja

Jawab Ira tegas “Baik, tapi memang kamu itu tidak pernah peka.” Jawab Navi Mereka pun diam tanpa bersuara hingga sampai keatas gunung. “Wahhhh bunganya bagus sekali.” Kata Ira “Benar Ra, kecil-kecil imut sekali.” Lanjut Alala “Ayo kita petik.” Ajak Icus. Ira pun langsung mencoba meraih bunga itu tetapi sedikit jauh dari tangan Ira.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

_"Harusnya, kamu tidak ikut campur. Semua jadi runyam!"_ ~~~ Senja spontan menutup matanya, mengantisipasi siraman yang akan datang. Aroma manis dan lengket dari minuman itu sidah tercium. Tapi ia tidak merasakan apa-apa. Mata indahnya itu membuka, perlahan, dan mengintip sedikit demi sedikit. Senyum itu, membuat mata Senja benar-benar terbuka lebar.
9.97.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
KARMA

KARMA

Terkadang aku sendiri merasa terlalu percaya diri. "Rara? Sedang apa di sini?" tanyanya. Aku dan Mas Bima langsung mendekat dan duduk di sampingnya. "Aku lagi menikmati senja di sore hari ini. Senja itu ternyata tidak pernah salah. Tapi kenanganlah yang kadang membuatnya basah. Dan akhirnya aku mengaku kalah," ungkapnya membuatku hatiku sedikit terenyuh. "Senja itu, mengajarkan kita bahwa apa pun yang terjadi hari ini pasti akan berakhir dengan indah," balasku menatap hangat pada Lingga.
9.7204.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai penikmat senja
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Ayu hanya tersenyum dan berjalan menuju kursi yang tepat disamping kolam renang itu. Kenzo masih bersama dengan Aretha, bahkan gadis itu tidak mau melepaskan pegangan tangannya dari Kenzo. "Selamat ulang tahun Aretha," kata Kenzo. "Tetimakasih Ken," jawab Aretha sambil tersenyum. Kenzo membiarkan Ayu duduk dikursi itu sendirian, ia sedang menilmati pesta bersma dengan temannya itu. Tapi mata Kenzo tidak pernah lepas dari Ayu.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Pesona Tuan Argantara

Pesona Tuan Argantara

Warna jingga kemerah-merahan itu benar-benar sangat indah. Tidak ada yang lebih indah dari senja. Meskipun hadirnya hanya sesaat, tapi seakan memberi banyak makna. Membuat semua orang selalu menanti kembalinya nya senja setiap hari. "Sangat indah, kan?" pertanyaan om Arga mengalihkan atensi ku. "Sangat, om! Terimakasih karena sudah mengajak Bella liburan ke sini," balasku melirik om Arga.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Gak popo, Lif. Lain kali ketemu lagi." "Nggih.." *** Neng Lia Secercah impian kian mengena. Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Jody memberikan kunci mobil sport edisi terbatas, sementara Evan mengeluarkan sertifikat kepemilikan sebuah pulau pribadi. Sylvaria begitu terharu hingga matanya memerah. "Terima kasih atas pemberian kalian ...." Dia tiba-tiba menoleh kepada Therina yang sejak tadi membungkam. Dengan senyum manis dia berkata, "Rina, hadiah apa yang kamu siapkan untukku?" Semua tatapan segera tertuju padanya. Therina menatap mata penuh harap Sylvaria lalu berkata dengan tenang, "Aku nggak menyiapkan hadiah."
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Vonis Cinta Sang Hakim

Vonis Cinta Sang Hakim

Matahari belum sepenuhnya tenggelam, sinarnya keemasan memantul di permukaan teluk Marina Bay. Viona melangkah di samping Varen, menoleh ke kanan dan kiri, kagum pada gedung-gedung tinggi yang berkilau diterpa senja. “Bagus sekali pemandangannya,” gumam Viona, matanya berbinar. “Senjanya di sini memang selalu romantis,” jawab Varen sambil tersenyum tipis, menggenggam jemari Viona lebih erat.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Tiga Belas Bulan Bersama

Tiga Belas Bulan Bersama

Matanya menatap langit senja yang mulai berubah keungu-unguan, begitu indah, seakan melukiskan perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan. “Cantik sekali ...” gumamnya lirih. Haikal ikut mendongak, lalu berkata pelan, “Senja selalu mengingatkan bahwa semua hal ada akhirnya, bahkan keindahan.” Sania tertegun mendengar kalimat itu. Ada nada getir yang samar dalam suaranya. Apa mungkin ... dia menyimpan luka yang tidak pernah ditunjukkan pada siapa pun? Untuk sesaat, Sania ingin bertanya lebih jauh. Namun bibirnya kelu. Dia hanya bisa menunduk, memeluk lengannya sendiri untuk menghangatkan tubuh dari terpaan angin sore.
555 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

Malam itu Alana sedang duduk di balkon, menatap hiruk pikuk jalan raya dari atas gedung itu. "Kopi..?" tawar Mike tiba-tiba muncul. "Ya, terimakasih.." jawabku sambil menerima kopi itu dan menikmatinya. "Apa yang kamu lihat ?" tanya Mike. "Jalanan itu, dengan lampu-lampunya, indah, aku senang dengan pemandangan ini, dan aku rindu Ibuku.." jawab Alana."Ibuku pasti sangat kecewa kalau dia tau aku menjadi seperti ini.." tambahnya lagi.
9.92.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status