Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Carine melihat ke arah jam yang ada ditangannya, " sekarang baru jam 3, aku rasa aku masih punya waktu beberapa jam untuk menikmati tempat ini" "Kau tidak ada acara lain,kan "tanya Carine kemudian. Dani menggeleng Pada dasarnya resto tempat mereka makan adalah obyek wisata yang biasa dipakai para pengunjung untuk menikmati langit senja dari bukit Ungaran ini. Jadi tak heran jika banyak pengunjung yang betah berlama-lama hanya untuk menikmati keindahan alam di lokasi tersebut. "Oh ya,kenapa kamu tidak merokok, biasanya laki-laki kalau habis makan pasti melakukan ritual merokok" tanya Carine kemudian
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

Berbeda saat dia berciuman dengan Nana. Mia memancing Bayu agar membuka mulutnya. Dan saat Bayu membuka mulutnya, Mia dengan leluasa menjelajahinya. Setelah itu Mia mengambil tangan Bayu dan mengarahkannya masuk kedalam baju Mia. Mia membiarkan Bayu untuk menyentuh area area sensitif nya. Dan sekali lagi Bayu merasakan sensasi yang luar biasa. Mereka seakan menikmati keindahan senja hari itu. Mereka dibuai perasaan yang menyenangkan, walau pada hakikatnya Bayu sama sekali tak bermaksud untuk mengkhianati Nana.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Holding On To You

Holding On To You

“Enggak usah iri sama langit yang senja karena kamu, lebih merona dari langit senja.” Merona tersenyum entah kenapa Grazian selalu tahu apa yang ada dipikirannya. Terkadang Merona dibuat heran tapi, lama-lama dia jadi terbiasa dengan Grazian yang mudah sekali menebak jalan pikirannya. “Udah selesai main gamenya?”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Ucapku. "Kamu tahu! kenapa senja membuat orang nyaman? Karena ia tidak membuat orang kepanasan dan tidak juga membuat orang kedinginan. Tidak seperti pagi maupun siang hari dan juga malam." Balas Wira puitis sekali. "Seperti kamu! Aku selalu merasa nyaman di dekatmu. Benarkan Wira?" Tanyaku mencoba menggoda Wira. "Kita namai tempat ini AI?" Ucap Wira, tidak mau memperlihatkan rasa senangnya saat aku goda. Dia mencoba mengodaku balik. Dasar gak mau kalah.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
My First Night

My First Night

Indah sekali pemandangan Ini. "Rindu, kamu suka senja?" tersadar dari rutukan dalam hayal. Kuhirup udara banyak-banyak. Lalu menghunuskannya ke udara. Rileks sekali. "Iya, bagiku ... senja adalah waktu yang paling indah. Bahkan lebih indah dari pelangi. Itu sih menurutku, entah kalau asumsi orang lain seperti apa. Karena, apa yang kita sukai terkadang bertolak dengan orang lain. Layaknya perasaanku ke kamu. Eh, maaf." duh, nih mulut kenapa susah dijaga sih!
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Mahar Kedua

Mahar Kedua

Angina sepoi serasa menambah kenikmatan saat mengamati detik-detik pergantian sore ke malam hari. “Apakah ini menjadi senja terakhir kita?” Naina membuka suara. Lirih sekali. “Kita akan melewati senja di hari-hari berikutnya, Ina.” “Tapi senja di hari berikutnya kita tak lagi berdua,” ucapnya dengan suara parau.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Banyak cara pula untuk mencintai sesuai karakter manusia itu sendiri. Langit yang berubah jingga menjadi pemandangan indah sekaligus momen paling ditunggu oleh salah satu karyawan Gala Cell, Andyra Arsha. Meski ada yang membenci senja karena kehadirannya yang hanya sebentar, tetapi bagi seorang Dyra itu adalah sebuah keindahan. Bahkan ia mampu belajar sesuatu dari keindahan senja, yakni kehadiran yang sebentar belum tentu meninggalkan luka besar.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Cinta Segitiga Sang Pewaris

Cinta Segitiga Sang Pewaris

Senja kala itu sudah menampakkan warna kemerah-merahan, sungguh indah di pandang mata. Sinta terus memandang kearah senja yang indah, dia menikmati keindahan yang diciptakan oleh sang Maha Agung. Sementara itu Marco yang melihat Sinta begitu menikmati senja yang terlihat jelas nan indah, dia pun ikut memandang detik-detik senja yang sebentar lagi akan hilang.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

Di luar sana hujan turun semakin deras disertai sambaran petir membuat dirinya yang menikmati kesenangan tersebut semakin menggila. “Ah, menjijikan sekali! Seharusnya kalian berdua tidak membangunkan diriku. Merepotkan saja. Wah, ini sungguh menyenangkan.”
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

Chika mendongak, dia tatap paras Dewa lekat-lekat, walau hanya tampak dari samping saja. "Jika kau merindukanku, lihat sajalah senja karena aku amat menyukai senja itu." Dewa menunjuk setengah lingkaran mentari yang merah jelas, sayang Chika sama sekali tak memerhatikannya, iris matanya terfokus pada wajah Dewa yang tampak menyimpan kesedihan. "Aku tidak menyukai senja, aku hanya menyukaimu, Dewa."
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai penikmat senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status