Hari Pamermu, Hari Kematianku
Aku berdiri sambil memegang segelas alkohol, lalu mengejeknya dengan sinis, "Kamu sudah semiskin ini sekarang, ibumu juga sakit parah, tapi kamu mau aku pulang bersamamu?"
"Untuk apa aku pulang denganmu?"
"Pulang untuk merawat ibumu dan bantu kamu melunasi utangmu?"
"Jangan bermimpi, Andre!"
Aku menuangkan alkohol di dalam gelas ke kepalanya.
Bahu Andre gemetar. Setelah mendengar penghinaanku, dia berbalik dan pergi.
Saat tiba di depan pintu, Andre kembali berbalik, lalu menandatangani surat perjanjian perceraian.
Chapitres populaires