Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
gumamnya lirih.
Ia berjalan kembali ke meja, membuka laptopnya dengan gerakan tenang. Layar menyala, menampilkan data yang terus bergerak, aliran dana, koneksi perusahaan, dan jaringan yang saling terhubung seperti jaring laba-laba yang rumit.
Di tengah semua itu, satu nama muncul dengan jelas.
Jayden.
Aaron menatap nama itu cukup lama, seolah mengulang kembali setiap kemungkinan yang telah ia hitung sebelumnya. Lalu perlahan, senyumnya kembali muncul, kali ini lebih jelas dan lebih dingin.