Memory
"Maksudku, bisa sadar dalam hal memburu pria kaya."
Aku mematikan saluran televisi. Di atas nakas ada nampan kayu berisi cangkir teh, sepiring roti bakar, dan satu tangkai bunga mawar putih. Ada catatan kecil. Aku tertawa ketika membacanya: selamat pagi, Cintakuh, istrikuh, belahan jiwakuh, yang selalu mengencangkan kolor hatiku.
"Kenapa tertawa?" tanya Aksara.
Capítulos em Alta