Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Red Clock

Red Clock

Warnya hitam dengan pita merah yang menjadi perpaduan yang cocok, rumbainya disekitar sabit berwarna emas. Claire bernafas ringan, tubuhnya seperti hancur dan kesemutan mulai mereda, matanya melihat percikan guntur yang menggelegar, di matanya kedua senjata yang terlihat suci itu memacarkan kekuatan yang menyeramkan, sedetik kemudian matanya membulat panic. Senjata itu adalah pembawa bencana, sekali tebasan maka setengah alam semesta akan runtuh dan surga ilahi akan murka. Ini bahkan akan merugikan mereka. Tombak Saners adalah pembelah langit, Sabit Roners adalah pembelah alam langit, ini bencana!.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Api yang menyala besar membuat air mendidih begitu cepat, air yang meluap membasahi kayu yang terbakar. Desiran itu membuat Yotta kembali pada dirinya, gadis itu bangkit mengambil gelas dan membuat segelas teh hangat untuk orang yang sudah membantunya. "Mana Retno!!” Terdengar seseorang berbicara dengan nada tinggi di luar rumah. Suara itu membuat kegiatan Yotta terhenti, si gadis muda meletakkan sendok yang baru dipakai untuk mengaduk teh yang sedang dibuat dan segera berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
COMEBACK

COMEBACK

Uangku hanya tinggal beberapa lembar recehan yang bahkan tidak cukup untuk membayar pesananku sendiri. “Saya hanya bercanda, Ardan.” Kata Bang Hendra kemudian mengeluarkan dompet dari saku celananya. Isi dompetnya sangat berbeda dengan isi dompetku. Isi dompet Bang Hendra dipenuhi dengan warna merah dan biru. “aku pergi dulu, Ardan. Kamu lanjutkan saja makannya.” Kata Bang Ardan kemudian pergi meninggalkanku.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

jawab Raccel Dinar sangat antusias dengan cerita Raccel Dan menunggu cerita kelanjutan yang akan diceritakannya, namun 2 pelayan datang membawa hidangan untuk mereka yang menghentikan ceritanya sejenak "maaf tuan dan nona ini pesanan anda" kata pelayan dengan sangat sopan
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Rest Area

Rest Area

Niara : Vc Disa : Yo pidah line Me : Bentar Disa : Cepet elah Me : sabar woy Niara : ayo Me : Yo pindah Obrolan pindah ke aplikasi Line. Biar kita bisa video call bertiga. Disa memulai lebih dulu. Sedangkan, aku kini sibuk mencari-cari senter. Kenapa? Karena rumahku yang minimalis kelewatan ini sudah pudar warna catnya. Alhasil, memberikan kesan gelap. Ditambah ponsel jadulku ini nggak ada blitz di kamera depannya, ditambah lagi dengan cahaya lampuku yang agak gelap. Jadi, aku harus menyoroti wajah cantikku ini pakai senter. Biar Niara dan Disa bisa menikmati keindahanku.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Reset

Reset

TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Amin 14 Februari 2014 Renjana Semoga permohonan ini didoakan oleh Romo dan dapat dikabulkan. Semoga Adit dapat memaafkan kesalahan itu, dan kami bisa memiliki hubungan yang baik. 🍁🍁🍁
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Michele bertanya. “Tidak apa, hanya sedikit mual!” sahut Jess. Sebuah kalender tak sengaja dilihatnya dari bibir westafel. Kecemasan pun meningkat mengingat tanggal merah bulanannya tak kunjung datang sejak dua minggu yang lalu. “Aku akan membuatkan teh untukmu!” “Terima kasih, Miche!” sahut Jess dari dalam.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

"Olivia? Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?" "Mm, sudah lumayan," jawab Olivia pelan. "Syukurlah, syukurlah." Nada suara Juan terdengar lega. "Bobo, anjing milik Melda itu, mengalami gastroenteritis yang agak parah. Rumah sakit hewan di kota kita nggak bisa menangani, jadi harus dibawa ke rumah sakit hewan khusus di kota sebelah. Melda cemas sekali, ayah sama ibu juga khawatir, jadi kami pergi bersama ke sini. Karena sebentar lagi tahun baru, kami pikir kalau cuma diam di rumah juga membosankan. Jadi sekalian saja liburan keliling kota sebelah satu atau dua minggu sebelum pulang."
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status