Dirty Office
"Tiba-tiba kepalaku berputar, dan bau parfummu... Kenapa baunya jadi sangat tajam dan membuatku mual?"
Aruna mengernyit, lalu sebuah senyuman geli muncul di bibirnya. Ia mengelus kepala Keenan yang kini bersandar manja di dadanya. "Keenan, parfum ini yang selalu kupakai dan kamu bilang kamu paling suka bau ini karena menggairahkan."
"Sekarang baunya seperti... Seperti mangga busuk," gerutu Keenan sambil memejamkan mata. "Dan Aruna... Kenapa aku tiba-tiba ingin sekali makan rujak bebek di pinggir jalan?"