Still with you
Hanya sebuah dehaman yang menjadi respon diantara mereka.
“Hm,”
“Terkadang aku lupa kapan terakhir kali aku sakit, merasakan hal semenyakitkan ini, ... karena kamu—“ Rosa memberi jeda seakan tak sanggup mengucapkan untaian kata itu. “Karena kamu, ... aku bisa merasakan hal ini lagi, makasih.” Jaeran menunduk menahan deru nafasnya yang tak terkontrol, sekarang ia merasa takut kehilangan dan ucapan kalimat indah namun penuh dengan rasa sakit itu. “Makasih, udah jadi bagian hidupku, aku gak bakal lupa akan semua kenangan kita, ... aku mau istirahat dengan tenang,” Jaeran membelalak terkejut kemudian mendobrak pintunya yang terkunci itu. Lelaki itu menatap sang isteri yang tergelatak dilantai sa
인기 회차