Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janda Kembang

Janda Kembang

Saras tersenyum sinis mendengar ucapan Reyhan, ia yang saat itu berpenampilan tomboi dengan celana jeans warna biru dengan kemeja warna kotak-kotak kecil warna biru dongker dan ujung kemeja itu ia ikat di atas perutnya, sedangkan rambutnya yang panjang dikepang satu. "Aku tak suka minta-minta," jawab Saras sambil berkacak pinggang dan menatap Reyhan yang ada di bawah. "Sombong!" "Aku memang sombong, jadi menjauhlah dariku, lagi pula aku seorang janda, apa kau tak jijik padaku? Aku lihat kemaren kau begitu jijik melihatku." "Maaf, aku kemaren hanya syok dengar kalau kamu seorang janda, itu saja."
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

“Mau ngapain?” “Pulang.” “Gila apa lo ya, masih deres hujannya.” “Justru itu tujuan gue, ayo terobos.” “Hah?! Gak mau. Lo aja.” Jevan tetap tidak mendengarkan penolakan Shera. Ia kembali menggenggam lengan Shera, kekeuh mengajak cewek itu untuk menikmati hujan. “Hujan itu harus dinikmati dan dibikin kenangan.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Cengirku "Heh dasar anak manja itu bukan bantuin tapi emang kamunya males bantu Bunda, udah tuh kamu bantu nyiapin piring aja di meja makan." "Ouh ya Inn, kayaknya Andra beneran suka deh sama kamu kok. Udah kalau dia nembak kamu jangan mau, bilang suruh lamar kamu lumayan Inn dia kan dosen masa depan cerah loh."
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
SENJA YANG KELABU

SENJA YANG KELABU

Bagaimana Sinta tidak kesal, orang yang sangat dicintainya harus dipukul oleh Rama. "Sebentar lagi juga sampai kesini, tadi sudah gw telpon, tunggu saja," tukas Joni. "Liat aja Rama, gw ga akan tinggal diam," ucap Sinta yang benar - benar kesal. Angkasa yang melihat Sinta kesal dan marah - marah, mencoba untuk berbicara baik - baik. "Sayang, sebaiknya kamu tidak usah marah, ini urusan laki - laki, lagian juga aku tidak kenapa - kenapa."
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
Antara Fajar dan Senja

Antara Fajar dan Senja

Indri langsung menengahi mereka. “Iyaaaaaa ummi Indriku hehehe.” Diam-diam, Nika menangkap ekspresi Aldi yang tersenyum tipis ke arahnya. ‘Meni kudu kitu nya (oh jadi harus gitu ya).’ batinnya. “Eh, abis ini kita ke mana?” Tanya Ana. “Ke Kawah Rengganis aja yuk, terus udah gitu ke Ranca Upas. Gimana?” Indri menimpali.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi hambanya. Aku merasa suntuk, hidupku hampa, cinta dan sakit yang kurasakan, sepertinya aku butuh untuk refreshing sejenak, tetapi ke mana, dengan siapa? Aku tidak ingin terus-terusan merepotkan Annisa. Dia sudah sangat baik kepadaku, mungkin yang dikatakan ayah kemarin itu benar juga, pengantin baru memang butuh bulan madu, tapi mana mungkin Mas Nando menyetujui hal itu. Bukankah dia akan lebih senang berkencan dengan Aleesha.
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

Sania mulai bermain dengan Frans. *** Amalia pulang dijemput oleh Jaka, mereka akan bertunangan besok disaat satu hotel besar. Amalia tampak senang menjalin hubungan dengan Jaka. "Bagaimana kerjanya hari ini?" tanya Jaka. "Menyebalkan, Frans marah karena aku akan bertunangan dengan mu. Dasar pria gila, dia kira dia siapa bisa mencegahku," jawab Amalia. "Sabar, jangan dendam sang," ucap Jaka.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
SEHIDUP SEJANNAH

SEHIDUP SEJANNAH

Dengan cara menyingkirkan orang yang paling dia cintai. TBC JIKA SUKA TINGGALKAN JEJAK YA
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

jawab wanita berkaca mata itu yang tak lain adalah Kirana. Wajahnya yang berminyak dan berkeringat membuat ia terlihat sesekali menaikkan kaca mata yang menuruni hidungnya yang kurang mancung. "Aduh Na, kita kan cuma makan bakso, gak sampai berjam jam. Malam kan bisa di kerjain tuh tugas. Aku bayarin deh!" Kata Dela lagi. "Tapi,,," kata Nana dengan nada yang terlihat kurang menyukai ajakan sahabatnya itu.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai renjana senja kala
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status