Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Orang-orang bertanya apa yang membuat ayah menjadi seperti itu? Ibu tak pernah berani mengusir ayah, meskipun ayah lupa, tapi ada seberkas cinta yang masih tertinggal. Fira melihat ibu saat malam datang, diam-diam mengelus ubun ayah ketika ia tertidur di lantai. Fira paham, ada sebuah nama yang lahir diam-diam, nama itu adalah ‘rindu.’
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

"Syah, kalo Sumelika nolak gimana dong? Dia udah kekeuh banget sama omongannya, dia juga enggak bakalan percaya kalo kita ngomong tentang Bu Iis ke dia, yang ada malah marah-marah, Syah." "Benar juga kata kamu, Rin. Yaudah ayo kita balik lagi ke dunia manusia, supaya aku bisa ngefotoin tulisan-tulisan yang ada di figura itu." "Syah, kita bisa balik ke alam manusia hanya dengan napakin tangan kita ke candi di puncak gunung Desa Tengkorak lagi yang ada di alam naaglok." Jelas Rindu. "Haahhhh? Jadi kita harus ngedaki lagi, Rin?"
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Hanya deru ombak yang menemani Rendra, lelaki gagah yang berdiri memegangi pagar dari kayu yang kokoh berdiri di bawah lampu beranda belakang yang temaram. Rasanya, di setiap tarikan nafas, Rendra bisa mencium bau garam yang terbawa angin. Tapi, ia menarik nafas panjang saat melihat kilauan cincin yang tersemat di jari manisnya sendiri. "Aku rindu kamu, Runi." Rendra menyentuh cincin yang lekat ia pandangi. Dan lelaki gagah yang sudah puas menatap cincin, sekali lagi menoleh laut dengan ombak pelan lalu melangkah masuk ke dalam.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

batin Rendi lagi. [][][][]
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Tapi, Samuel seperti memenangkan lotre yang tidak mungkin dia dapatkan. Samuel mendaratkan kedua kaki Valery hingga berdiri tegak. Kemudian melingkarkan cincinnya di jemari manisnya. Valery menatap dalam meskipun wajah Samuel tidak terlihat jelas karena pencahayaan yang kurang terang. Valery mendekatinya membuat Samuel terbawa suasana. Semakin dekat hingga bibir keduanya hampir bersentuhan.
10435 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

"Semua itu nggak akan pernah bisa kamu berikan." Rangga terhuyung mundur beberapa langkah, seolah-olah seluruh kekuatannya baru saja direnggut paksa dari tubuhnya. Binar cahaya di matanya perlahan-lahan meredup, lalu padam. "Lintang," gumamnya lirih. "Hubungan kita selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar nggak merindukannya sedikit pun?"
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DUA ALAM

PERNIKAHAN DUA ALAM

“Aku rindu.” Ucapan singkat Abimanyu mampu membuat Adisti seketika meleleh. Rindu. Hanya satu kata yang membuatnya melayang seperti wanita bod0h. Bukankah tidak ada hal yang lebih indah selain dirindukan seseorang yang disukai? Ya, Adisti memiliki rasa pada Abimanyu. Walaupun hanya sedikit, tetapi ada.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Luka Yang Dirindukan

Luka Yang Dirindukan

Alamat tepuk jidat. “Di dekat kakimu ada, nggak, Ra?” Rangga berani bersumpah, kalau cincin itu sangat berharga baginya. Kalau hilang, dia mungkin tak akan pernah sanggup membeli yang serupa lagi. Lihat saja betapa panik dirinya. Sampai lupa dengan topik bahasan yang sedang dibicarakan. “Kayaknya ini, deh Mas. Bentar, susah ambilnya.”
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

"Aku rindu kita yang dulu, Luna. Aku rindu senyummu, rindu obrolan kita, rindu saat-saat kita bisa saling bercerita tanpa ada kemarahan di antara kita." Luna menelan ludah, mencoba meredam gejolak di dadanya. Kata-kata Hendri menyentuh bagian hatinya yang paling rapuh, bagian yang masih ingin percaya bahwa ada sedikit harapan bagi mereka. Tapi ingatan tentang tangis yang selalu ia tahan, luka yang tak terucap, dan malam-malam panjang yang ia habiskan dalam kesepian lebih kuat dari bujuk rayu Hendri.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status