Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam

Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam

Sementara Rong Tian turun dari punggung naga dengan gerakan yang penuh keeleganan, jubah hitamnya berkibar dramatis tertiup angin malam. Ia berjalan ke tepi bukit yang menghadap ke kedua kamp, kemudian mengeluarkan seruling hitam panjang dari jubahnya. Seruling itu terbuat dari tulang naga kuno, dengan ukiran-ukiran rumit yang berkilauan kehijauan dalam kegelapan. "Dewa-dewa yang menguasai alam kematian," bisik Rong Tian sambil menengadahkan wajah ke langit malam. "Hamba mohon ampun atas dosa yang akan hamba perbuat."
1026.6K viewsCompletedAdded to Library 904 Times as rongga
Show Reviews (22)
Read
+Library
Kedai ARYA
masih ingin membacanya tor, tapi mo gimana lagi updatenya aja kek males2an kadang sehari cmn 2 bab coba kl update itu minimal 5 bab per hari jd semangat bacanya, kl updatenya sedikit2 ya kita mo bacanya juga nunggu rapelan beberapa hari biar enak bacanya jd dpt alur cerita nya
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
The Horizon of Jiu

The Horizon of Jiu

“Ini adalah tempat duduk kesukaanku. Kau bisa melihat keseluruhan Danau Gang di sini. Kau juga tidak akan kepanasan karena dilindungi pohon rindang berusia ratusan tahun di belakang batu besar ini.” Shi Jiu mengangguk sambil melihat pohon tua di belakangnya. Tiba-tiba pemuda itu melompat, menuju ke belakang pohon besar mengambil sesuatu. Shi Jiu menunggu dengan tenang sambil merasakan terpaan angin sore yang lembut. Suara langkah Pan mengalihkan atensinya kembali hanya untuk melihat pemuda itu membawa sebuah alat musik. Shi Jiu mengerutkan kening, ini pertama kali ia melihat alat musik yang dipegang Pan. Namun ada perasaan tidak asing, seakan ia mengenali beda itu. “Ini namanya Banhu, alat m
102.2K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as rongga
Read
+Library
Renjana

Renjana

ujar Irine yang juga tiba-tiba nongol entah dari mana sambil menarik tanganku ke hadapan dua orang cowok. “Tuh, pilih salah satu,” katanya lagi. “Pilih? Gaya kamu Rin, kayak emak-emak jualan kacang dipasar,” candaku. Yang satu hitam, pendek, yang satunya lagi putih, tinggi. Ya, jelas aku memilih yang putih dan tingggi lah, begini-begini, aku jagonya memilih. Aku mengulurkan tanganku, tersenyum sambil bertanya” Hai, aku Renjana, kamu?”
103.1K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as rongga
Read
+Library
RAVANGGHEA

RAVANGGHEA

’’ Dumel Pria dengan ciri khas Headphone yang selalu bertenger di lehernya. ‘’Lah? Lo ga tau si Celo kan berangkat bareng sama ciwi cantik.’’ Sahut Pria yang memiliki ciri khas memakai bandana merah, dengan rambut hitam lebat, tindik di telinga sebelah kiri, dan cincin di telunjuknya. ‘’Apa hubungan-nya malih???’’ ‘’Celo kan berangkat bareng cewek, otomatis dia juga ngantin duluan bareng tu cewek.’’ Balasan Random itu dibalas dengusan oleh Edwin.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as rongga
Read
+Library
Mandul

Mandul

"Apa kau yakin?" tanya Riri dengan alis yang berkerut. "Kau mau belanja atau tidak? Kenapa kau tidak yakin begitu?" tanya Ronald dengan kesal. "Bagaimana aku yakin? Kau! Kenapa kau tidak bekerja hari ini? Kenapa malah mau nemenin aku belanja?" Riri semakin dongkol. Lihatlah lelaki angkuh didepannya itu. Dengan kacamata hitam yang ia kenakan, lelaki itu terlihat begitu angkuh. Apa katanya tadi? Menemaninya belanja? Riri memutar kedua bola matanya kesal. Pasti mereka berdua akan menjadi pusat perhatian orang-orang.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as rongga
Read
+Library
Mengejar Berondong

Mengejar Berondong

Tezza mengacuhkan mereka semua dan masuk ke dalam mall dengan langkah tegas dan tidak peduli. Pria itu masuk ke salah satu toko yang menjual alat musik. Ia meneliti satu per satu benda di sana. Pandangannya jatuh pada sebuah gitar akustik berwarna hitam. Gitar berjenis Elektrik Akustik itu berhasil membuat Tezza berjalan mendekatinya. Ia tidak begitu pandai bermain gitar, tapi gitar bisa membuatnya rileks. Memetik senar-senarnya saat malam hari sambil duduk di balkon apartemen cukup membuatnya tenang dan damai. Tezza meminta salah satu pegawai di sana untuk mencobanya dan setelah sepuluh menit dirasa baik, pria muda itu segera berjalan ke arah kasir untuk membayarnya.
1070.2K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as rongga
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

``^^`` "Kita harus menculik jalang itu sebelum Ganesha membawanya pergi lagi dan kita akan semakin kehilangan jejak mereka seperti sebelumnya.." "Ahh...ahh...., Le..aann....." "Shit Celia...kau sangat sempit.." "Aaghh...aku keluar..." "Ganindira hanya milikku, dan sudah saatnya aku mengambil apa yang sudah menjadi milikku dan si brengsek Ganesha, aku serahkan padamu... (Suara decapan terdengar..) "Ronde kedua sayang.." Rekaman suara yang berasal dari ponsel milik Adam sudah tidak terdengar lagi.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as rongga
Read
+Library
JandA

JandA

Ddrrtt … ddrrtt … ddrrtt Getar ponsel milik Ansel yang berada di sisi kantong celana sebelah kanannya membuatnya terkejut dan langsung melepaskan rangkulan tangan Aline. Dengan cepat ia merogoh kantong celananya dan mengatur napasnya seperti sedia kala. "Hah, lagi-lagi si nenek lampir!" keluhnya melihat nama 'Mama' di layar ponselnya.
105.1K viewsOn holdAdded to Library 132 Times as rongga
Read
+Library
Kyraka
Read
+Library
Anara

Anara

dituangnya gelas yang sudah kosong ditangannya dengan anggur, lalu meneguknya hingga setengah. “Tentu saja bisa! Bryan itu bukan manusia tiap binatang!” Jordan semakin senang melihat Anara kini mulai hilang kendali. Mendengar penuturan Jordan Anara menenggak anggur di tangannya dengan sekali tenggak, membuat Jordan tersenyum penuh kemenangan. Jordan pun kembali mengisi gelas Anara dengan anggur, kali ini sampai gelas itu penuh. Dan tanpa menunggu lama Anara kembali meneguk anggurnya hingga tandas.
9.92.8K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as rongga
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status