Belenggu Rumah Darah
Kegelapan di dalam rumah tampak bergerak, melingkupi setiap sudut, membuat dinding-dindingnya tampak seperti hidup.
Dia berdiri sejenak, membiarkan matanya menyesuaikan diri dengan suasana suram di dalam rumah. Setiap derit lantai, setiap hembusan angin yang berdesir melalui celah-celah dinding terdengar lebih keras, lebih jelas. Liontin di lehernya mulai bergetar pelan, memberikan sedikit rasa nyaman meskipun perasaan takut terus menyelimuti dirinya.
"Bram," gumamnya pelan, meskipun dia tahu sahabatnya tidak akan bisa mendengarnya. "Gue akan nyelamatin lo."
Bab Populer