SETELAH AKU DIMADU
Sesekali bahkan perempuan itu tampak tertawa kecil, entah apa yang mereka bicarakan tadi lewat ponsel masing-masing.
"Sakit perut, Sayang. Biasalah, aku kan gak bisa makanan yang pedas," kilahnya.
Aku mengangkat bahu, berlagak seolah aku percaya dengan alasannya barusan. Aku berusaha untuk tetap tenang dan kembali makan dengan teratur. Sejauh ini, aktingku cukup bagus, meski aku sudah benar-benar gemetaran di dalam hati.
"Kita balik aja langsung habis ini, Mas. Kasihan Rafa kalau tidurnya kemaleman."
Bab Populer