Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

Segera mengusap tombol berwarna hijau. “Hallo, Assalamu’alaikmu. Dengan siapa ini?” “Aku Arman. Aku ada di depan rumahmu!” Seketika aku menoleh ke arah pintu. Beraninya dia datang ke sini lagi. Dengan kesal aku mematikan sambungan telepon dan melangkah ke arah pintu. Dada ini sudah tak tahan ingin meluapkan amarah. Kubuka pintu dengan kasar dan berniat untuk memakinya. Namun aku mengurungkan niat saat melihat Mas Arman membawa boneka dan mainan untuk Tiara.
4.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

Gegas kumelangkah ke sana, dengan kekuatan penuh menendang daun pintu yang tak terkunci itu hingga terbuka sempurna. Mereka terkejut, lalu saling menarik selimut untuk menutupi tubuh polos masing-masing. Aku menyeringai saat Kiara berusaha menjelaskan semua. Bodoh! Apa yang coba dijelaskannya setelah semua pemandangan yang disuguhkannya. Bitch!
1057.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
Cinta Segiempat

Cinta Segiempat

Maksud Lo? Adelia : Iya Lo bajaj, suka ngeles! Reno : Gue nggak ngeles! Tapi gue .. Alibi doang! Adelia : HUU sama aja bego!! Reno : Beda ya! Kan tulisannya aja beda, kalo ngeles itu N-G-E-L-E-S kalo alibi itu A-L-I-B-I Adelia : Ngomong apaan sih Lo? Gaje tau nggak!
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
Mas Sena

Mas Sena

ejek Zelina “Iya , saya gila,” Sena menjeda ucapannya “Gila karena kamu,” lanjut Sena Zelina yang mendengar jawabann dari Sena pun justru tertawa terbahak bahak. Ia bukan tipe cewek yang mudah digombali. “Kenapa kamu ketawa, apa ada yang salah?”Tanya Sena “Emmm gakada. Dasar tua tua keladi,”ejek Zelina
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

“Tidak. Tentu saja tidak. Gita tidak akan melakukannya.” Tapi sebelum ia selesai bicara, penjaga menambahkan dengan suara takut: “Kami juga menemukan gelang perempuan di dekat jalur kabur Sagara. Dan itu mirip dengan gelang yang sering dipakai Selir Gita.” Gita memegangi lengannya spontan, gelang itu memang hilang, ia baru sadar beberapa menit lalu tapi tidak terpikir bahwa itu akan dipakai untuk menjebaknya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
Jerat Pesona Pengacara Tampan

Jerat Pesona Pengacara Tampan

Brakkkkk “Akhh—” Miracle menjerit kala tubuhnya dibanting dari pria yang muncul dari arah belakang. Di ujung sana mata Selena memanas melihat keadaan Miracle. Dia ingin membantu tapi dia tidak bisa. Hingga kemudian, Selena memiliki ide. Selena segera mengambil botol wine yang ada di sana. Memecahkannya setengah dan melemparkan botol itu pada pria yang melawan Miracle.
1041.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 879 kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
The Present Of Love

The Present Of Love

Dia pun menyobek kemasan paling atas dan membuka klipnya. “Gue juga, Ah.” Bila juga membuka kemasannya. Seila mencoba potongan pertama. Ternyata memang pedas. Jeletot di bagian lidahnya. “Gila-gila. Ini enak banget buat ukuran 20 ribuan doang.” “Gila, emang enak, nih.” Bila juga menunjukan ekspresi kagumnya. “Eh itu pacar lo berhasil mencetak angka.” Bila menunjuk Angga yang senang karena baru memasukkan satu bola ke ring.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
Aku Ingin Kau Jadi Milikku

Aku Ingin Kau Jadi Milikku

Segelas mojito segar habis diseruput oleh Felisha. Namun, bukan ekspresi puas yang muncul dari wajahnya, melainkan raut letih dan frustrasi yang sulit disembunyikan. Matanya tampak kosong, bahunya jatuh lesu. Ia menyandarkan tubuh ke kursi sambil menghela napas berat. “Aku benar-benar tak habis pikir,” gumamnya lirih.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

lanjutnya sambil memegang gelas, lalu meminumnya. Seolah Ailen merasa tidak bersalah dengan semua ini. “A-apa kamu bilang Ailen?” sahut Arav sambil menggenggam kedua tangannya. “Ini alasan kamu ingin menemuiku? Licin sekali lidahmu itu sekarang,” lanjutnya. “Arav! Apa kamu tahu? Tentang sebuah cinta yang disebut MELEPASKAN,” tandas Ailen.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai segelas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status