Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mas Sena

Mas Sena

ucap Sena “Hah, maaf lo dah basi. Gak guna, kadaluarsa,”ucap Zelin memalingkan pandangannya “Zel, aku bener bener khilaf waktu itu, dan tolong dengerin penjelasanku sekali lagi, “ucap Sena memohon “Gue gak butuh penjelasan lo, mending sekarang lo pergi dari sini. Sebelum gue minta petugas keamanan seret lo dari sini,”ucap Zelin mengancam
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

Rasa panas makin terasa, padahal Reno sudah menyalakan pendingin udara. "Kenapa? Kok kamu keliatan nggak nyaman? AC nya kurang dingin?" tanya Reno melihat Alisya yang gelisah. "Nggak tau, Kak. Rasanya masih panas aja. Emang cuacanya lagi panas banget, sih," kata Alisya beralibi. "Oh ya?"
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

Satpam hanya menggelengkan kepala ketika mobil Alice melintasi di hadapan dirinya. "Suka banget telat," gumam Satpam tersebut. Sebelum turun dari mobil, Alice membenarkan jempolan dirambutnya. Memang hari ini dia nampak tampil berbeda, rambut yang di jempol asal, rambut-rambut kecil yang sedikit di keluarkan membuat aura kecantikannya bertambah. "Udah cantik, gak usah ngaca," ujar Auri membuat Alice menghentikan Aksinya dalam membenarkan rambutnya.
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

"Sial, dia tidak mati" Setta tersenyum kecil dispion tengah. Mencoba bermain layaknya seperti pembalap handal itu sungguh asik. Setta mencoba membanting setir kearah berlawanan menyebabkan penumpang terbanting tidak karuan. Audi putih menabrak pembatas jalan.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
SUNNY

SUNNY

Karena kami yang seumuran membuatku cepat akrab. Reno pernah bilang "Semua orang itu sakit, cuma kita yang berada di tempat ini lebih aware dengan penyakit kita. Kalau ada yang bilang kita gak waras atau gil@, pasti yang bilang juga sama cuma mereka gak nyadar aja" Aku tergelak dengan kata katanya waktu itu. Tingkat absurd dan percaya dirinya begitu tinggi. Yang membuat aku kadang geleng kepala.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Poor Sasha! *****
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 559 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

sahut Rendra dengan suara berat yang serak. Tangan Rendra bergerak lincah diatas bukit kembar Selin. Kemudian tangan yang satunya turun kebawah menyusuri perut rata Selin hingga ke bagian sensitifnya. Rendra memasukkan satu jari tangannya dan menggeseknya pelan, membuat tubuh Selin menegang. Selin memejamkan mata rapat-rapat dan meremas pinggiran bathub, saat merasakan ritme sentuhan tangan Rendra yang semakin lama semakin cepat menjadi lebih menuntut.
10701 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
FEMININ

FEMININ

David terkejut melihat kedua mata Femi yang membasah "Kamu nangis? Karna Jee lagi?" "Gak kok, Dav.. Aku, aku kangen bapakku" "kirain kamu dikasarin lagi sama Jee" Femi terpana melihat senyuman David untuk kesekian kalinya. Bagi Femi, David dan Jee sangat berbeda jauh. Jee orang yang angkuh, sombong, kasar dan dingin. Beda sekali dengan David yang ramah, dan hangat. Membuatnya Femi betah berlama lama dengannya.
4.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
Enigmatic

Enigmatic

Ia terus memperhatikan gerakan lelaki di depannya ini yang sedari tadi menundukkan kepalanya. “Gue juga mau minta maaf karena udah ngetawain lo kemarin…, eh, bentar..” lelaki itu menggantungkan kalimatnya lalu mendorong Kiran pelan untuk berkaca pada spion motor itu. “Lo tadi bisa lihat gue dari kaca ini?” “Ya iya,” jawab Kiran singkat. “Kok bisa?!” tanya lelaki itu heboh. “Ya kan memang itu kerja cermin atau kaca, pea!” geram Kiran. Lelaki di depannya benar-benar aneh. “Sekarang gini deh, mau lo apa?”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai sensible
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status