Dokter, Jangan Gitu Dong
Sofia menangis karena menyesal telah memfitnah nya.
Tonny mengembuskan napas panjang, berlagak seolah beban dunia baru saja terangkat dari pundaknya. Ia berbalik ke arah Sinta, memberikan anggukan kecil yang sarat akan makna rahasia—sebuah perayaan diam-diam. Sinta membalasnya dengan kerlingan mata yang cepat sebelum kembali ke wajah formalnya.
"Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak, Nyonya," ucap Sinta sopan. "Masih ada jadwal rapat yang harus saya rapikan."