Ponsel jeleknya pasti akan mati
Dingin mulai merayap ketika tetesan air hujan menembus bajunya. Jarak yang terlalu biasa ia tempuh kini terasa semakin jauh bahkan ketika Safa telah mempercepat langkahnya.
GREPP
Seseorang bertubuh besar menyergap tubuhnya dari arah belakang. Safa syok, ia merasakan tubuhnya tak bisa digerakkan.
Hendak berteriak namun mulutnya dibekap dengan tangan. Seluruh fungsi anggota tubuhnya juga terkunci karena dekapan yang menyesakkan itu.
Lalu terpejam, lambat laun menjadi amat pulas.
Sementara itu, Avina berbaring telungkup kalau diperhatikan sorot matanya berbeda dari yang selalu diperlihatkan pada orang banyak. Biasanya, terpancar binar entah kegembiraan atau tawa tulus. Sekarang? Berbanding terbalik, menjadi amat hampa.
Abil bermonolog
[Dede Arnold ] teman-teman, aku ada lima puluh ribu pertama nih
[Arnold bukan dede] Skuy lah, gue ada nih lima puluh juga
[Ramadan baik hati] mau apa kah kita?
[CEO Sahrul] mari kita membeli soju
[Arnold buka dede] ogah gue soju, bangun-bangun badan sakit semua
[Grav honnest people] udah lah yang biasa kita beli aja
fireee eoeoeo
fireee. .ssak da bultebora bow bow bow'
Levi Sweatdrop melihatku yang sebelumnya mengalami gejala 4 L , letih, lelah, lesu, lemas. Menari dengan semangat yang membara di sekujur tubuhku.
Sarah berusaha untuk menjauh walau dengan susah payah.
Sarah sudah berdiri namun kembali tumbang karena separuh tubuhnya sudah diambil alih oleh minuman yang tadi ditenggaknya. Kevin bahkan sudah tertidur di kursi tanpa menyadari Sarah dalam bahaya besar.
Sarah tumbang di lantai dan para lelaki mesum itu menyambutnya dan kembali mengerumuninya.
“Pergi kalian!”
Lemah Sarah berkata.
Wajah wanita berusia tiga puluh tiga tahun itu menegang.
Lee Joon mengangkat kepalanya dan menyunggingkan senyum tipis.
“Kau menemukanku, Noona[2]. Chukhahamnida[3]!” ucapnya dengan suara serak, lalu menutup mata dan tumbang ke lantai.
++++
Yogi memangku wajahnya dengan kedua telapak tangannya, memandang wajah Andra disertai wajah sedihnya.
"Masalahnya aku tidak tau harus memulai dari mana." Suara Yogi terdengar seperti sebuah rengekan yang membuat Andra terbahak di tempatnya.
"OHOK...OHOK... Wajahmu menjijikan HAHAH!"
Jimin sampai terbatuk saking kerasnya ia tertawa.
"SIALAN, KELUAR SANA!"
"HAHAH santai..." Andra memperbaiki posisi duduknya.
tanyaku tiba-tiba mellow.
Mas Wira menoleh dan menatapku. “Mungkin.”
Aku menghela napas kecewa. “Sudah kuduga.”
“Kamu ini kenapa kok kayak insecure banget sih?”
Aku menunduk sedih. “Aku tuh sedih banget sering dikatain ‘Fita itu cantik tapi nggak sexy’, ‘Fita itu hampir sempurna tapi dadanya rata’, ‘Fita itu kayak bocah banget’.”