SPERANZA
Yasa menatap Speranza dengan bingung.
"Apa itu penting?" tanya Speranza. Yasa mengangguk. "Ya, itu sangat penting," sahut Yasa.
"Kalau begitu cari tahu saja sendiri," ujar Speranza membuat Yasa menghela napas.
Speranza menyodorkan satu kaleng soda kepada Yasa. "Maaf, aku tidak meminum soda," tolak Yasa dengan sopan.
Speranza mengangguk mengerti. "Ya, kau tidak bisa minum soda karena ginjalmu bermasalah," kata Speranza dan meminum soda itu sendiri.
Chapitres populaires