Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Kamu dan Takdir

Aku Kamu dan Takdir

Tik (suara jam, jarum jam yang masih berputar) Mata Lisa hanya menatap tajam ke sosok pria yang sekarang duduk dihadapannya, sedikitpun ngga kepikiran kata apa apa di otaknya sekarang. "Atau mungkin sebenarnya kamu itu mau mereka semua mengira kamu adalah pacarku?" Dekk!! Perasaan Lisa saat mendengar itu pun berubah entah tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata, jantungnya semakin cepat berdetak seolah olah ada sesuatu yang aneh. "Bercandanya ngga lucu sama sekali. Ka.. Kamu kan tau, Aku itu.... " jawab Lisa sekenanya, belum selesai kalimat dia ucapkan sudah dipotong.
9.86.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Ikatan Yang Ditakdirkan

Ikatan Yang Ditakdirkan

"Begitu kah?" "Em" Angguk Alina, tangannya pergi meletakkan kelapa muda yang sudah tersisa setengah di atas meja, "Tapi jika hal-hal tak terduga ini terus terjadi, tidak menutup kemungkinan kami menjadi dekat..." Mungkin itulah yang disebut dengan— Takdir! ___
1021.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 757 kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Takdir bukan Milik Kita

Takdir bukan Milik Kita

katanya memuji diri sendiri sambil berkaca di meja rias. “Yang ada bunting, bukan untung!” komentar Rara tidak terima. “Kak, permisi, itu … ada cowok ganteng datang. Udah Bibi suruh masuk, dia nunggu di bawah.” “Tuh calon suami lo jemput.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Ketika Takdir Menyapa

Ketika Takdir Menyapa

kata Dennis, nadanya hampir serak, tangan-tangannya gemetar menahan rasa cemas. “Menjelaskan apa, Pak?” Dita menatapnya penuh waspada. Dennis menelan ludah, matanya menatap jauh ke arah Dita, seakan mencari kejujuran di balik wajah sahabat Saras itu. “Tentang perempuan itu, tentang kesalahpahaman ini,” jawabnya, suaranya bergetar sedikit, berat dengan penyesalan dan rasa bersalah yang terpendam.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita

Pada detik itu juga, mimpi indah yang selama ini dirajut Laila, yang ia beri nama ‘Bima masih mencintaiku’, hancur berkeping-keping. Naluri spontanitas manusia tak pernah berbohong. Di hadapan pilihan hidup dan mati, Bima telah memilih orang lain. Ketika Laila hendak membuka mulut untuk menyuruh Bima pulang dan beristirahat, ponsel Bima tiba-tiba berdering. Ia melirik nomor di layar, untuk sejenak ekspresinya terlihat ragu ragu. Ia lalu menoleh ke arah Laila dan berkata, “Telepon dari kantor. Aku keluar sebentar untuk mengangkatnya.”
11.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Takdir Tidak Pernah Keliru

Takdir Tidak Pernah Keliru

pinta bi Tina tegas. Alih-alih terancam, dua perempuan itu malah tersenyum. “Siap, Bu …,” katanya menimpali. Bi Tina pun pergi meninggalkan Vimala dan dua orang perempuan yang mulai melakukan tugasnya. Vimala duduk bersandar di kursi meja rias, menatap dirinya di cermin. Hatinya kembali bergetar mengingat kalau pernikahannya tidak akan dihadiri oleh papa mama.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai titian takdir
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Maranta Karoshi
dr sinopsis garis besarnya kynya Zyandru bklan sm Vamala yah ? di app KK aku prnh komen, wkt dikisah Satria dn Luna, kalo ga perlu byk part kisah Aru sm Ratu kalo berujung gak brsatu, nyampah aja.. kasian Ratu kaya cewe murahan kesannya.. eeh, tau²nya dsni malah d tmbh kesan kaya pelakor si Ratu..
Nuada Airlangga
jgn menghilangkan minat pembaca krna mulae awal otak pembaca Aru pasti sama ratu,kesalahan kecil dampak nya begitu besar krna asumsi itu.mulae awal pembaca ingin happy ending Aru dan ratu,SM halnya kaluna dan satria,cobaan seperti apapun mereka tetep bersama.maaf jika dibuku ini saya berharap Aru
Baca Semua Ulasan
Terbelenggu Takdir

Terbelenggu Takdir

"Apa udah jadi takdir kalau gue ngalamin semua kekacauan ini, Nit? It's not about destiny, it's about the choices." "The choices that'll guide you to your fate!" Nita menimpali dengan cepat. "Yeah, you wish." Natya bangkit. "Gue balik sekarang, ya." kemudian wanita itu membereskan barang-barangnya yang ada di atas tempat tidur Nita. "Lo marah?" "Enggak, kok." "Lo kayak bete gitu." Nita menatap wajah Natya saksama. "Gue cuma merasa kalau perkataan lo ada benarnya. Gue enggak seharusnya masih mikirin rentang waktu yang enggak berarti apa-apa itu." Natya menyampirkan tasnya di pundak.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Devan pun ambruk di sisi tubuh sang istri seraya berbisik di telinga Nadya, “Terima kasih atas hadiahnya yang sangat indah ini, Sayang.” Nadya menoleh ke samping sambil menganggukkan kepalanya dan balas berbisik, “Sama-sama, Cintaku. Aku hanya ingin kamu terus mencintaiku selamanya. Walaupun usia terus bertambah.” “Tentu, Sayang. Kamu adalah Takdirku...takdir cintaku. Kita akan terus bersama untuk selamanya.” Devan lalu meraih tubuh sang istri ke dalam pelukan, masih dengan tubuh yang polos.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Bos Suamiku

Sentuhan Panas Bos Suamiku

"Entah apa yang terjadi kalau dulu mantan suamiku tidak menjualku padamu?" "Hush, setelah sekian lama kau membahasnya lagi?" "Hanya bertanya," goda Rania yang mendekatkan wajahnya makin dekat. "Haha, aku tidak suka membahasnya, tapi aku menyebutnya sebagai takdir. Takdir itu kadang biasa saja, kadang di luar nalar. Jadi terlepas bagaimana cara kita bertemu, kalau sudah takdirnya kita bersama, kita akan tetap bertemu."
9.9236.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Don't Stop Me Now

Don't Stop Me Now

Kata bu Ricak. “Tenang aja, Bu. Percaya sama Takdir.” “Emang teh mau apa?” si ibu kayaknya penasaran banget. “Mau akad, bu.” Jelas kak Takdir singkat. Aku kaget, lalu bertanya, “Serius?” “Jangan serius-serius dulu, aku masih sekolah” lanjutku.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai titian takdir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status