LEMBUR TENGAH MALAM
Gracya menghela napas, mencoba mengabaikan perasaan aneh yang merayap di sekelilingnya.
Suara gemuruh hujan semakin deras di luar, dan saat ia melirik meja di sebelahnya, pandangannya tertuju pada lonceng kecil yang ia taruh di sana. Lonceng itu merupakan pemberian temannya, Dewi, yang percaya bahwa benda-benda mistis semacam itu dapat menjadi pelindung. Lonceng itu bergeming, tampak bergetar ringan, tetapi tidak mengeluarkan suara apapun. Hanya keheningan dan suara hujan yang menggema, seolah dunia luar tertutup kabut gelap yang tak terpecahkan.
“Kenapa bisa bergetar?” bisik Gracya, seolah berbicara pada dirinya sendiri atau mungkin pada makhluk-makhluk yang diam-diam memperhatikan. “Apa ya
Capítulos em Alta