Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TRUST

TRUST

Dia tak mampu menyembunyikan perasaan senangnya. “Ingat, jangan dekati tunanganku dan jangan melakukan hal yang bisa membuatku kutendang dari sini.” Caroline memutar bola matanya, baru saja ia merasa senang. “Tch. Kau tak perlu mengancamku,” balas Caroline. Meski tidak bisa mempercayai perkataan gadis itu, Celine beranjak pergi. Dia tidak mau berdebat atau berlama-lama dengan adiknya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Betrayal

Betrayal

Semoga saja tidak pernah ***. Victor berjalan dengan tenang melewati lobby gedung perusahaannya. Walaupun Victor tidak menunjukkan ekspresi apapun, aura yang melingkupinya tetap hitam. Bahkan, seketika lobby menjadi sunyi begitu Victor memasukinya. Para staf hanya berada menundukkan kepalanya, terlalu segan untuk menyapa Victor. Menurut para karyawan, Victor hanya memiliki tiga ekspresi, yaitu santai, dingin, dan tanpa ekspresi—walaupun tanpa ekspresi harusnya tidak termasuk dalam ekspresi, namun bagi Victor, tanpa ekspresi merupakan sebuah ekspresi. Dari ketiga ekspresi tersebut, yang paling menyeramkan adalah wajah tanpa ekspresinya.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

Dadanya terguncang lantas sebuah ketidak sadaran menguasainya. ***
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

sarannya. “Aku dengar dari Ve, katanya sekretarismu sudah mengundurkan diri, kenapa?” Hans sengaja mengalihkan topik pembicaraan. Jika ia terus memikirkan mengenai video erotis tersebut, lama-lama kepalanya bisa pecah.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Ia akan membunuh ayam dengan brutal, bahkan, kadang kucing pun bisa jadi sasaran. Setelah puas, ia kembali normal, dan lembut. Kadang aku pun takut, jika mereka bertengkar, Bu Nunung akan brutal dan mengamuk. 😚Terimakasih😚 Jangan lupa subscribe, like dan komentarnya dong! Biar aku-nya makin semangat.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 811 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

tanyaku tiba-tiba mellow. Mas Wira menoleh dan menatapku. “Mungkin.” Aku menghela napas kecewa. “Sudah kuduga.” “Kamu ini kenapa kok kayak insecure banget sih?” Aku menunduk sedih. “Aku tuh sedih banget sering dikatain ‘Fita itu cantik tapi nggak sexy’, ‘Fita itu hampir sempurna tapi dadanya rata’, ‘Fita itu kayak bocah banget’.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Unexpected Surprise

Unexpected Surprise

"Kak Aren, Allura, temenin aku nonton film fantasi!!! Keren sih tapi dibeberapa adegan ada hal-hal yang menyeramkan! Kan Alhena jadi takut nonton sendiri!" Yare-yare...! Kirain juga apa... "Baiklah." jawab Aren dengan senyuman manis. Langsung saja Allura melotot tanda tidak setuju. Hei ini sudah larut malam dan besok mereka harus kerja. Apa-apaan sepupunya itu?! Semoga saja Allura tidak telat masuk kerja!!!
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Hoffen

Hoffen

Trisha menggeleng pelan, dia tidak boleh langsung percaya dengan ucapan Vanda yang mengatakan kalau aktor itu mempunyai sifat yang buruk. “Kenapa diem lagi, sih? Jawab, Trisha!” Trisha menghela napas panjang dengan tersenyum paksa. “Gue harus jawab apa?” “Apa kek, terserah. Oh, iya. Severino itu juga gampang marah. Lo harus hati-hati dan tetap sabar, jangan emosi. Ngerti?” “Iya, Van, iya. Gue ngerti. Kenapa lo yang jadi panik gini?” tanya Trisha menyandarkan tubuhnya di lift.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Unexpected Married

Unexpected Married

Jari telunjuk ke arah bawah artinya, sebentar lagi akan ada wanita panggilan yang akan memuaskan mereka berdua. “Aduh bilang ke Andrew lah, saya sedang sibuk, lebih baik dia saja yang main.” Kata Daren. Aca yang tidak mengetahui arti dari perkataan Rora dan juga Daren hanya bisa menatap keduanya secara bergantian. “Katanya Pak Andrew, tiga puluh tiga puluh.” Kata sekretarisnya lagi yang membuat Daren tampak berpikir. “Oke kalau gitu, saya sekarang kesana. Aca selamat tinggal, kamu jaga diri baik-baik ya.” Kata Daren. Aca hanya menganggukkan kepalanya.
10881 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status