VENDETTA
yanktie inoistri menangis karena mertuaistri menolak ajakan suamicerita nafsu istricerita istri eksib
"Aku menomorsatukan dia hanya sebagai bentuk atensi. Aku terjebak rasa bersalah yang teramat sangat, Nad. Itu murni karena bentuk balas budi atas utang nyawa pada almarhum Bagas, kakaknya. Aku merasa harus menjaga adiknya, sesuai permintaan terakhir Bagas. Aku bodoh, Nad. Aku tidak sadar kalau atensi itu justru menghancurkan kita."
Nadia menarik napas pendek, lalu melirik jam tangannya lagi. Waktu terus berjalan, dan setiap detik terasa seperti siksaan bagi Nayaka yang sedang menguliti kesalahannya sendiri.
"Utang nyawa," desis Nadia, akhirnya menoleh dengan senyum paling sinis yang pernah Nayaka lihat seumur hidupnya.
"Dan untuk membayar utang nyawa pada pria yang sudah mati, kamu memilih m
Beliebte Kapitel