여기 void rumah kecil와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 void rumah kecil와 같은 이야기는 Romansa, Rumah Tangga 및 Horor 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Wanita Kedua Pilihan Presdir부터 시작해보세요!
"Loh, Mas kok punya kuncinya?"
"Pemilik rumah yang memberikan," ujar Kelvin singkat.
Mereka melihat-lihat rumah kecil yang hanya memiliki ruangan dan satu kamar mandi saja. Tempat tidur, ruang santai dengan sofa dan karpet serta kursinya serta dapur kecil dan meja makan terlihat dalam satu pandangan.
Ada juga perampian yang bisa dinyalakan untuk menghangatkan tubuh mereka nanti malam di depan sofa dan karpet berbulu yang terhampar di lantai.
Sapa Candra sopan
"Boleh "
"Rumah yang ada disana, apa ada penghuninya"
"Rumah yang mana?"
"Rumah kayu kecil yang di sana?" Candra menunjuk letak rumah yang di maksud
"Oh itu bukan rumah. Itu gudang. Udah ga kepakai lagi. Udah lama kosong"
"Ah begitu ya. Terima kasih ya ibu-ibu atas informasinya"
Aku ikutan tertawa.
Rumah yang kami sukai dari lima pilihan rumah lainnya adalah rumah yang ketiga. Luas bangunannya lebih kecil daripada luas tanahnya sehingga ada pekarangan yang cukup besar untuk kami tanami tumbuhan. Pun rumahnya dibuat gaya minimalis dengan sedikit sekali sudut yang perlu dibersihkan nantinya jika kami tinggal di sana. Namun keadaan jalan ke arah sana dan lingkungan di sekitarnya cukup kotor. Ditambah beberapa warga menyalakan musik keras-keras di siang bolong. Maria langsung enggan dan aku setuju padanya.
tanya Jimat.
“Iya,” sahut Misa.
Rumah itu berdinding kayu tua, bentuknya seperti rumah joglo, tinggi menjulang. “Keren sekali, ini hampir sama dengan Keraton Jogja,” ujar Jimat mengungkapkan kekagumannya.
“Jauhlah!” Aurel tidak setuju.
Lalu mengikuti Reynard Flitz dan istrinya ke dalam ruangan.
“Rumahnya relatif kecil, jangan dipedulikan!” kata Reynard Flitz dengan sopan.
"Saya pikir ini sangat bagus. Saya pikir tiga orang tinggal di rumah yang kecil itu ide yang bagus, karena rumah 150 meter persegi tidak akan terlihat kosong. Tidak seperti rumah saya. Saya bahkan bercanda jika seseorang tinggal di rumah sebesar itu, maka mereka harus menyiapkan walkie-talkie untuk berkomunikasi!"
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Nelly Rosida
Saya baru mulai baca,322 bab mungkin akan selesai dlam 3 hari.apakah tulisan ini masih update ,dan berapa bab perhari.?
Mohon penulis dan pembaca memberi masukan agar saya tidak selalu jatuh kelobang yg sma oleh tulisan yg tidak pernah update lg dan update nya tidak jelas ,terimaksih.
Aku merasa takut, tapi di saat yang sama aku juga menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Namun, Tante Mila hanya terus bergesekan, seolah dia tidak ingin terburu-buru.
"Mainan ini mirip banget punya Rangga ya."
"Biasanya cuma bisa nyuri celana dalam Rangga buat kepuasan, sekarang akhirnya ada gantinya. Oh, Rangga ... Rangga-ku sayang ...."
Apa!
Tante Mila nyuri celana dalamku?
Mobil akhirnya berhenti tepat di depan rumah kecil bercat krem itu.
Rumah sederhana satu lantai dengan dua kamar, tidak besar namun terlihat nyaman. Beberapa pot bunga kecil berjajar di dekat teras dan jemuran bayi di samping rumah penuh pakaian mungil warna-warni yang bergerak pelan tertiup angin sore.
Kevin mematikan mesin mobil lalu tersenyum kecil. “Masih sama.”
Hazel ikut menoleh ke arah rumahnya. “Iya.”
Matanya membelalak, mulutnya sedikit ternganga saat membaca deretan angka dan spesifikasi unit apartemen yang tertera.
The Emerald Terrace. Sebuah hunian vertikal kelas atas yang selama ini hanya bisa ia bayangkan melalui brosur-brosur di pameran properti.
"Ini ... beneran buat aku, Mbak?" suara Dewi terdengar parau, seolah-olah ia sedang bermimpi dan takut terbangun.
Arini mengangguk dengan ekspresi yang sangat tenang, meski di dalam hatinya ia merasakan kepuasan yang dingin melihat betapa mudahnya umpan itu disambar.
Jadi saat Axel menyuruhnya untuk segera ke rumah itu, Maxime tinggal menuju alamat yang dikirimkan anak buahnya.
"Apa kamu yakin ini rumah sahabat Emily?" tanya Axel sambil menatP ke sekeliling perumahan di sana. Perumahan di sana menurut Axel perunagab yang sederhana. Namun, untuk sebagian orang perumahan seperti itu sudah cukup mewah karena setiap rumahnya memiliki pekarangan rumah yang lumayan luas.
"Benar Tuan Muda. Bahkan rumah mendiang kedua orang tua Nona Emily berada di kompleks perumahan ini juga."
ujar Dinda saat dia baru saja menata perabotan rumahnya.
Rumah itu lebih kecil dan lebih murah daripada rumah nya yang dahulu. Jika rumah dulu terdiri dari dua lantai dan empat kamar tidur, maka rumah ini hanya terdiri dari tiga kamar tidur dan satu lantai. Jaraknya pun hanya lima ratus meter dari rumah sakit tempat Dinda bekerja. Rumah itu terletak di pinggir jalan raya, dan bukan termasuk komplek perumahan.