OBSESI BARA
Menangkap cahaya yang masuk keretina matanya.
Untuk yang pertama kali ia lihat adalah Barez. Dalam remang-remang ia melihat Barez berdiri sembari bersedekap dada. Ah, atau ia salah melihat? Mana mungkin Barez bisa berdiri?
Bara terdiam lemah, rasa sakit begitu menikam kepalanya, membuat ia menunduk karena merasakan sakit luar biasa.
Bara menangkap sepatu dalam penglihatannya. Kemudian ia matanya bergerak ke atas dalam ritme yang pelan. Sampai saat ia mendongak matanya melebar sempurna pada pria di depannya ini.