Menukar Takdir Istri Sang Adipati
bisik Murong Xie, suaranya serak dan penuh tuntutan.
Lian berbalik dalam pelukan kakak tirinya, menyandarkan jemarinya di dada bidang Xie yang terbungkus sutra perak.
"Sabar, Kak Xie. Aku harus memberikan sedikit 'hadiah perpisahan' untuk kakakku tercinta. Aku tahu kau tak sabar, matamu seharian tadi terus memandanginya, bukan?"
Xie menyeringai gelap, matanya berkilat di bawah sinar lentera. "Kau selalu tahu apa yang kupikirkan. Sekarang, aku ingin melampiaskan semua bayangan yang sudah kutahan itu padamu."