Cinta Yang Salah
Ya Tuhan … aku menyesal karena dulu telah mencintainya, memberikan seluruh jiwa dan ragaku pada lelaki bejat ini.
"Kau, begitu menjijikkan!" umpatku, mendorong tubuhnya.
"Kamu juga wanita murahan! Yang gampang disentuh oleh lelaki yang bukan suaminya,"
"Mas, tega kamu bicara seperti itu! Kalau bukan karena kata-kata cintamu, yang begitu manis, mungkin aku takkan pernah memberikan seluruh jiwa dan ragaku. Mana Mas, janjimu yang pernah kau ucapkan dulu? Mana kasih sayang dan cintamu?"