INICIAR SESIÓNTidak hanya Junta, tapi semua orang, semua penonton dan apalagi Panji, juga bingung karena perkataan Ki Bawak yang mengatakan Junta kalah.Hanya para ketua perguruan dan guru yang ada di area turnamen pendekar muda yang tahu akan hal itu.Ki Basa pucat, dia tak menyangka kalau ucapannya barusan sebuah kesalahan, itu karena ia terlalu khawatir akan kondisi muridnya."Paman, apa yang terjadi? Kenapa Junta bisa kalah?" tanya Panji."Di babak delapan besar ini, ada sebuah aturan yang tak tertulis, yang semua orang sudah tahu akan hal itu. Dilarang memberikan petunjuk, membantu dan menggunakan cara kotor, dan jika itu dilakukan maka akan langsung didiskualifikasi!" jawab Ki Bawak."Tidak!" kata Junta lemas, dan menatap ke arah gurunya."Apa ada cara agar pertarungan ini dilanjutkan?" tanya Panji."Ada!""Apa itu, Paman?" tanya Panji."Dirimu! Jika kau ingin pertandingan ini dilanjutkan, dan relakan kemenangan di depan mata buyar, maka pertarungan ini boleh dilanjutkan!" kata Ki Bawak.Para
Setelah istirahat selama tiga hari, pada akhirnya babak delapan besar dimulai juga. Yang mana ini akan menemukan siapa yang akan masuk ke babak empat besar di turnamen pendekar muda.Tak seperti pertandingan sebelumnya, kali ini Panji yang akan bertarung lebih dahulu, dan lawannya adalah Junta, orang yang kalahkan Mutia.Mata Mutia merah penuh amarah saat melihat Junta yang ada di barisan lain, dia duduk bersama gurunya, Ki Basa."Junta, jangan terbawa permainan Panji, jika perlu kau pancing dia agar kelelahan!" kata Ki Basa."Aku tahu apa yang aku lakukan, guru? Tenang saja!" kata Junta.Mendengar perkataan muridnya, Ki Basa merasa lebih tenang. Meskipun ia tetap khawatir karena dia sudah tahu siapa Panji.Tapi karena Panji belum berkembang, maka dia yakin muridnya akan mampu tundukkan Panji."Seberapa yakin muridmu akan menang, ki Basa?""Ki Supono, setelah Ki Askana pergi, kau mendekati aku?""Hahaha, yang kau kiranya kau seorang perempuan akan aku dekati?" ucap Ki Supono.Wajah Ki
Pertemuan antara ketua golongan putih, hanya Ki Basa, yang tak ikut. Itu karena ia melatih muridnya, Junta yang akan jadi lawan Panji berikutnya.Melihat kemampuan Panji, Ki Basa merasa kalau dia butuh tingkatkan kemampuan Junta, dan dia yakin itu akan mampu kalahkan Panji."Junta, gunakan jurus ini jika kau sudah terdesak, jangan asal gunakan, karena ini akan menguras seluruh tenaga yang kau miliki!" kata Ki Basa pada muridnya itu."Baik, guru! Akan aku lakukan!" Junta.Dari turnamen itu hanya tersisa delapan peserta, dan hanya Panji satu-satunya kejutan yang paling terlihat nyata di turnamen itu.Saat Panji kalahkan Abanda, dia langsung masuk dalam bursa juara, paling tidak dia masuk tiga besar. Itulah yang di prediksi banyak orang.Di sisi lain perguruan singa timur, Fahmi, murid perguruan singa timur yang memiliki bakat paling tinggi di perguruan itu, bakat tertinggi di seusianya."Siapa yang akan jadi lawanku, ketua?" tanya Fahmi pada Ki Rentak."Kau akan berhadapan dengan Bohia.
Kota Banjarbaru, kota yang merupakan kota berdirinya organisasi kalajengking, organisasi golomgan hitam yang merupakan kelompok yang sangat menakutkan.Dahulu, organusasi kalajengking hanya sebuah perguruan kecil, tapi sejak ketua berganti, dan posisi tampuk pimpinan jatuh ke tangan Ki Taraku, semuanya berubah.Dari perguruan yang kecil, Ki Taraku ubah Perguruan itu jadi sebuah organisasi, dan kumpulkan bakat-bakat hebat di dunia persilatan, bakat hebat dari golongan hitam.Perlahan tapi pasti, organisasi itu mulai menujukkan taring di dunia persilatan, dan mulai memiliki nama. Nama yang ditakuti oleh golongan putih.Meskipun pada saat ini, organisasi kalajengking belum organisasi hitam terkuat di benua biru, tapi dengan semakin banyaknya pendekar hitam yang bergabung dengan organisasi itu, maka untuk meraih posisi itu, bukan hal yang mustahil lagi.Salah satu cara yang mereka tempuh adalah, membunuh, menculik dan habisi golongan putih, hingga posisi mereka semakin kuat, dan ditakuti.
Di sebuah ruangan yang sangat tertutup di perguruan singa timur, ada beberapa orang yang sedang bicara, dan mereka adalah para ketua perguruan, dan beberapa pendekar kelas atas yang datang ke perguruan singa timur.Dari belasan orang itu, hanya ada satu bocah ingusan yang diajak untuk masuk ke ruangan yang akan adakan pertemuan itu."Terima kasih untuk sahabat semuanya karena sudah datang ke ruangan ini memenuhi undangan dariku!" kata Ki Rentak, ketua perguruan singa timur.Mata Ki Rentak tak bosan-bosannya melihat ke arah bocah yang ada di dalam ruangan itu. Dia tak lain adalah Panji.Ketua Kusuma tahu apa yang ada di dalam pikiran ketua perguruan singa timur, tapi dia untuk saat ini memilih untuk diam."Ki Bawak, bicaralah!" kata Ki Rentak.Ki Bawak berdiri, dan semua mata mengarah padanya."Aku melihat kalau salah satu ketua organisasi kalajengking tadi datang untuk menonton pertandingan turnamen pendekar muda!" ucap Ki Bawak memulai ucapannya."Organisasi kalajengking?""Iya!""Ap
Semua orang menatap saat Abanda melancarkan serangannya yang sangat ganas, dan mematikan, yang menurut pandangan orang, Panji sudah tak dapat bergerak lagi.Saat kepalan tangan Abanda sudah ada di hadapan Panji, dan hanya berjarak beberapa centi saja, Abanda menghentikan serangan dengan tiba-tiba."Kau kalah!" ucap Panji.Ki Askana yang melihat itu berteriak keras."Abanda, apa yang kau lakukan, kalahkan dia?" teriak Ki Askana.Tapi Abanda sungguh inginkan menang, tapi dia tak dapat lagi gerakkan tubuhnya, dia merasakan ada ledakan di dalam tubuhnya.Melihat wajah Abanda, Panji mundur beberapa langkah, dan menatap Abanda dengan tatapan yang tajam.Huakkkkkk!!Dan, dari mulut Abanda menyembur darah yang cukup banyak, dan itu mengotori lantai arena turnamen.Brukkkkkk!!Tak berapa lama, Abanda jatuh ke lantai arena, dan pingsan karena kalah melawan Panji."Abanda!" teriak Ki Askana.Huppppp!!Dia melompat dari tempat dia duduk, dan segera mendarat di samping muridnya. Dia langsung memer







