مشاركة

205. Rindu Menggebu

مؤلف: Dinis Selmara
last update تاريخ النشر: 2026-02-24 23:58:39
Serayu menggeleng seraya berkata, “Nggak capek.”

Tangan Abra masih membelai lembut di paha Serayu, gerakannya perlahan. Setiap sentuhannya seolah menyimpan kata yang tak terucapkan bahwa rindunya membeludak sudah. Serayu menutup matanya, menikmati kehangatan yang mengalir dari sentuhan itu, napasnya ikut menyesuaikan irama detak jantungnya yang mulai berdebar.

“Rindu sekali,” aku Abra.

Tangan Abra bergeser ke atas melewati sisi paha dan membelai lengan Serayu.

Serayu menengadah sedikit, menatap
Dinis Selmara

Duuuh... panas banget ya >_<

| 56
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (4)
goodnovel comment avatar
Kania Putri
fix janjian sama ara ini astaga tolong sumpah ini dedemit satu bikin darting
goodnovel comment avatar
Ovy Mamanya Arum
pasti janjian sama ara, mau apa sh Abra? tnpa ngasih tau Serayu pula
goodnovel comment avatar
NING
Apa si Ara yg ngajak ketemuan ya
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   349

    Seperti yang sudah Riani duga, Serayu ternyata belum makan malam. Riani langsung menyuruh Abra dan Serayu segera membersihkan diri sebelum makan malam.Usai membersihkan diri, Serayu menoleh ke arah suaminya yang sedang mengeringkan rambutnya dari pantulan cermin."Kayaknya mood Mama lagi kurang bagus. Mas harus sabar, ya," ucapnya pelan.Abra menghentikan gerakan tangannya sejenak lalu menatap sang istri."Mama memang selalu begitu kalau ada yang tidak sesuai dengan keinginannya. Kalau yang ditegur cuma Mas, Mas tidak ambil pusing. Tapi Mas tidak suka kalau yang diusik itu kamu."Serayu mengulas senyum kecil."Aduh... suamiku ini," godanya. "Makin hari makin cinta masa.""Saya serius. Jangan minta saya diam kalau Mama mulai menyudutkan kamu."Serayu menggeleng pelan."Saya nggak merasa disudutkan, kok, Mas. Justru sekarang saya makin paham Mama. Bohong kalau kadang saya nggak baper, tapi saya juga bisa memakluminya."Tatapan Abra perlahan melembut. Tangannya mengusap rambut Serayu ya

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   348. Temu Kangen #1

    “Dokter Ezra bilang… dia ingin mencoba mengenal Amalia lebih dekat,” kata Serayu pada Abra. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan pulang. Abra baru saja menjemput sang istri sepulang kerja, sementara Serayu menceritakan perkembangan hubungan Amalia. “Cih, coba-coba. Seenaknya saja,” gerutu Abra. “Mas, jangan ikut campur, ya. Pokoknya jangan,” tekan Serayu. “Biarin sih mereka berusaha sendiri.” “Kalau niatnya baik, ya, seriusinlah. Menjalin hubungan bukan ajang coba-coba, Sayang,” sahut Abra. “Lalu apa bedanya dengan kita? Dulu kita malah menikah karena terpaksa.” “Tapi saya tidak pernah menganggap pernikahan kita sebagai percobaan. Sejak awal saya menerima kamu dan pernikahan ini,” bela Abra. “Iya... tetap saja awalnya ada perjanjian. Istri kontrak dokter arogan,” goda Serayu. “Bukan istri kontrak dokter arogan,” bantah Abra cepat. Serayu hanya menggeleng sambil tersenyum tipis melihat kesungguhan suaminya. “Saya serius, loh, Mas. Jangan ikut campur.” “Iya, say

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   347. Cuddle

    “Kamu dekat sama si ortopedi itu?” tanya Abra tiba-tiba. Amalia mengernyit bingung. Ia lalu melirik Serayu dengan sebelah alis terangkat. “Siapa si ortopedi?” Serayu membulatkan matanya seraya menggeleng pelan ke arah Abra, memberi isyarat agar suaminya tidak melanjutkan kalimatnya. Abra hanya berdeham pelan, lalu berbalik melangkah menuju kamar Satria. “Mas! Ih, malah kabur,” seru Amalia. “Jadi, siapa sih si ortopedi itu?” Amalia penasaran bertanya pada Serayu yang hanya meringis sambil terkekeh kecil. Malam itu Amalia pulang dengan hati yang jauh lebih lega. Setidaknya, ia sudah menumpahkan semua kegelisahannya kepada Serayu. Nasihat sepupunya itu sedikit demi sedikit membuat pikirannya lebih tenang dan terbuka. Ia pun memutuskan untuk berhenti menghindari Ezra. Ada baiknya mencoba untuk bicara. Tapi bukan malam ini juga… mungkin besok. Atau besoknya lagi, mungkin juga besoknya lagi. Ia butuh sedikit waktu untuk merangkai kata-kata yang tepat. Namun, begitu mobilnya m

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   346. Diseriusin

    “Percaya nggak kalau aku nekat ngajakin dr. Ezra ketemu sama Papaku?” bisik Amalia. Serayu spontan menutup mulut sambil membulatkan mata. “Udah?” tanyanya antusias. “Ceritain!” “Ya... gitu deh. Setelah aku pikir-pikir omongan kamu waktu itu, aku coba tanya dia. Eh, ternyata dia mau bantu.” “Hah? Serius?” Amalia mengangguk. “Terus kamu tahu nggak? Papaku malah nanya kapan dr. Ezra datang sama keluarganya ke rumah...” Amalia menjatuhkan wajah ke bahu Serayu sambil merintih dramatis sejadi-jadinya. “Aaa… aku malu banget sama dr. Ezra.” Serayu makin terkejut. “Terus? Terus dr. Ezra gimana?” “Dia bilang belum bisa nentuin jadwal karena orang tuanya lagi di luar negeri. Ternyata papanya dokter bedah saraf di Jepang. Katanya dia mau ngobrol dulu sama orang tuanya.” Amalia mengembuskan napas panjang. “Serayu... aku malu banget.” “Terus?” “Ya terus aku bilang, dalam waktu dekat aku mau putus sama dia.” Serayu mengernyit. “Lho... emang kapan kalian jadiannya?” kekehnya, menggoda.

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   345. Working Mom

    “Mas, kami berangkat." Abra tersenyum kecil membaca pesan dari Serayu. "Hati-hati di jalan. Jangan buru-buru,” balasnya. Hari ini jadwal imunisasi Satria. Aksa sudah mengambil antrian di poli. Ini atas permintaan Serayu, Satria harus tetap ikut prosedur rumah sakit. Abra pun menyanggupi. Tak sampai dua puluh menit kemudian, Serayu muncul sambil menggendong Satria yang masih terlelap. Bayi yang kini genap berusia tiga bulan itu mengenakan romper berwarna biru muda memamerkan paha padatnya semakin menggemaskan. Abra mengambil Satria dari gendongan Serayu, lalu menuntun kesayangannya menuju poli. Ketampanan Abra meningkat pesat saat menggendong buah hatinya. Masih berbalut kemeja yang lengannya sudah digulung sampai siku, lelaki itu tidak terusik dengan tatapan di sekitarnya. Belum lagi sebelah tangannya merangkul sang istri. Kehadiran keluarga kecil itu tak luput dari perhatian beberapa perawat yang berpapasan dengan mereka di koridor rumah sakit. “Iri ... sampai nggak berkedip l

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   344. Pelipur Lara

    Sejak membaca pesan dari istrinya, hati Abra tak benar-benar tenang. Bayangan Serayu yang sedang larut dalam kesedihan terus memenuhi pikirannya. Tanpa berpikir panjang, ia mengarahkan mobilnya ke Rumah Sakit Husada. Di kursi penumpang telah tergeletak sekotak dessert favorit Serayu yang sengaja ia beli di perjalanan. Mungkin saat ini ia tidak bisa menenangkan dan menghapus rasa bersalah istrinya, tetapi setidaknya ia berharap makanan manis itu bisa sedikit menghibur. Sesampainya di rumah sakit, Abra mencoba menghubungi Amalia. Namun, panggilannya tidak diangkat. Tatapannya kemudian menangkap Sedanu yang tengah berbincang dengan petugas ambulans. Ia menghampiri sepupunya menitipkan kotak dessert itu. Tak banyak komentar dari Sedanu, lelaki itu mengerti maksud Abra ini. Setelah itu Abra kembali ke mobilnya. Ia tampak enggan meninggalkan area parkir. Ada perasaan yang menahannya untuk pergi. Ia memilih tetap berada di dalam mobil, menunggu tanpa tahu sampai kapan. Tak lama kemudian,

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   187. Cemburu Lagi

    Serayu melirik ke arah dirinya, lalu merapikan kimono satin yang ia kenakan memperbaiki penampilannya. “Kenapa, Mas? Saya nggak sempat bersiap,” katanya polos. “Sayang!” protes Abra. Wajahnya tampak tak terima, rahangnya mengeras. “Serius amat. Bercanda,” kekeh Serayu. Seketika ketegangan di waja

    last updateآخر تحديث : 2026-04-02
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   86. Lelaki di Masa Lalu

    Serayu tiba di apartemen bersama Abra. Ragu-ragu, wanita itu melangkah. Sepanjang jalan menuju apartemen tadi pun, ia lebih banyak diam.Begitu pintu terbuka, hal pertama yang menyambutnya adalah foto besar pernikahan mereka yang terpajang di dinding ruang tamu—foto yang sejak lama tergantung di san

    last updateآخر تحديث : 2026-03-24
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   42. Kucing-kucingan

    Bulu kuduk Serayu meremang mendengar ucapan Abra bahwa ia menunggunya di rumah. Belum lagi tatapan lelaki itu—tajam, namun entah mengapa seolah menghipnotis. “Tidak perlu menunggu, Mas. Sa–saya sudah siapkan semua keperluan Mas sampai besok. Pakaian, sarapan, tinggal dihangatkan saja—” “Saya menun

    last updateآخر تحديث : 2026-03-20
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   51. Berteman Sepi #1

    Pagi itu Abra langsung berangkat ke rumah sakit, tetapi ia tidak menemukan Serayu. Hingga jam poli berakhir, wanita itu tak juga terlihat. Ponselnya pun tak bisa dihubungi. Beberapa rekan Serayu juga sempat mencarinya, sampai akhirnya menjelang siang, Serayu baru menghubungi salah seorang rekan kerj

    last updateآخر تحديث : 2026-03-20
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status