Home / Romansa / Istri Kilat Presdir Tampan / Semua Rencana Hendra

Share

Semua Rencana Hendra

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-05-15 15:56:06

Kian dan yang lain menunggu.

Sampai beberapa orang wanita berjalan memasuki gerbang rumah.

Kian berdiri, tatapannya tertuju pada gendongan para wanita ini.

Ada enam orang yang membawa gendongan.

Harapan Kian tiba-tiba mengendur, apakah salah satu dari mereka benar-benar membawa bayinya?

Hendra turun dari teras. Dia meminta para wanita yang datang untuk berbaris rapi.

Hendra menoleh pada Kian dan Arthur. Seperti orang yang sangat peduli pada nasib bayi Kian, Hendra segera berkata, “Cobalah, kali
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
Kendrick mana ini power'y kurang cepat sampai musuh udah masuk semakin jauh.....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kedatangan Mia

    Kian dan yang lain meninggalkan panggung setelah mengakhiri sesi konferensi.Begitu langkah mereka melewati pintu pembatas dan tiba di area belakang panggung yang tertutup dari jangkauan media, Kian langsung merengkuh tubuh Sienna ke dalam pelukannya. Kian melihat dan bisa merasakan dengan sangat jelas bagaimana seluruh tubuh wanita itu bergetar hebat. Ketegangan, ketakutan, dan tekanan dari puluhan pasang mata serta sorot lampu kamera di dalam aula tadi ternyata benar-benar menguras seluruh energi Sienna.“Kamu hebat, Sienna. Kamu sangat hebat,” bisik Kian lembut sambil mengusap punggung Sienna untuk menenangkan.Sienna menyandarkan kepalanya di bahu Kian untuk menetralkan detak jantung yang sejak tadi berdegup sangat cepat, bahkan sampai saat ini napasnya masih terasa berat. “Kian, setelah ini, semuanya akan baik-baik saja, kan? Kaylan tidak akan dikeluarkan dari sekolah, kan?” Suara Sienna terdengar begitu berat.Kian mengurai pelukannya, lalu dia memegang kedua bahu Sienna samb

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Konferensi Berakhir

    Ruangan kembali riuh.Pernyataan yang baru saja Sienna lontarkan benar-benar sukses membuat semua wartawan tersentak.“Maksud Anda disetting bagaimana, Bu? Bisa dijelaskan lebih detail?” cecar salah satu wartawan di baris depan.Sienna menggenggam mikrofonnya lebih erat, tatapannya kini lurus berani menantang kamera meski tangannya sedikit gemetar. “Sebelum rekaman dimulai, tim dari model Luna berjanji akan memberikan saya uang bantuan sebesar lima juta rupiah untuk modal usaha. Di depan kamera, mereka memang memberikan amplop tebal itu kepada saya. Saya diminta berakting menangis terharu agar terlihat menyedihkan dan menarik simpati.” Sienna menjeda kalimatnya untuk mengambil napas.Setelahnya, Sienna kembali bicara. “Tapi, begitu kamera dimatikan, amplop tebal berisi lima juta itu langsung diambil kembali secara paksa oleh timnya. Mereka menukarnya dengan uang lima ratus ribu.”Semua wartawan dibuat terkejut kedua kalinya setelah mendengar penjelasan Sienna yang begitu detail hingg

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Satu Persatu Terbongkar

    Suara bisik-bisik yang tadinya pelan langsung meledak menjadi gemuruh riuh. Lampu kilat kamera kembali berkedip-kedip dengan cepat, menyambar-nyambar di seluruh area konferensi pers. Di saat yang lain menggambil gambar ke arah depan, wartawan yang lainnya saling pandang dengan ekspresi syok yang luar biasa. Luna, model papan atas yang dikenal memiliki citra bersih dan berjiwa sosial, terseret dalam pusaran konspirasi ini?“Bu Kian! Ini tuduhan yang sangat berat!” seru wartawan lain, ikut berdiri dengan panik. “Luna adalah figur publik dengan reputasi yang sangat baik! Bagaimana mungkin Anda menuduh beliau tanpa bukti? Apa dasar Anda mengatakan dia terlibat?!”Kian mempertahankan ekspresi tenangnya, tidak terpancing sedikit pun oleh reaksi emosional para pencari berita yang ada di hadapannya saat ini.“Ini bukan sekadar tuduhan, rekan-rekan media sekalian. Ini adalah fakta yang sudah kami validasi,” jawab Kian, suaranya terdengar begitu tenang tapi sarat akan ketegasan yang tak terb

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Konferensi Pers

    Lampu kilat dari puluhan kamera wartawan saling menyambar tanpa henti, menerangi ruang aula utama HW. Company yang telah disulap menjadi tempat konferensi pers. Puluhan mikrofon dari berbagai media massa terpasang rapi di atas meja panjang, tempat Kian, Arthur, Ginny, dan Kendrick duduk menghadap para pencari berita. Suasana begitu formal, tertib, sekaligus menegangkan.Arthur memajukan tubuhnya ke arah mikrofon, membuka jalannya konferensi pers dengan suara baritonnya yang tenang tapi penuh wibawa. “Selamat siang kepada rekan-rekan media sekalian. Terima kasih telah hadir pada siang ini.” Arthur menjeda kalimatnya sejenak, lalu kembali melanjutkan. “Hari ini, kami dari pihak manajemen HW. Company ingin meluruskan segala simpang siur yang terjadi di masyarakat terkait kualitas produk terbaru kami.”Arthur menjeda kalimatnya lagi, lalu dia memberi isyarat kepada Kendrick untuk menampilkan data di layar proyektor besar di belakang mereka.“Pertama, terkait tuduhan bahwa produk kami

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Semua Kena Teror

    Di gedung HW. Company.Suasana di lobby perusahaan tampak begitu mencekam dan kacau. Para karyawan mulai panik karena sejak pagi tadi, ribuan netizen yang termakan video Rose beramai-ramai menyerang akun resmi HW. Company. Tidak sampai di situ, beberapa akun pribadi milik karyawan pun ikut digeruduk dan dikirimi pesan penuh makian oleh orang-orang tak dikenal.Arthur, Kian, dan Sienna baru saja tiba di perusahaan. Mereka mengajak Sienna untuk ikut memberikan klarifikasi kebohongan yang sudah Luna lakukan.Begitu melangkah masuk ke dalam lobi perusahaan. Kian langsung disambut oleh puluhan karyawan yang berkumpul membentuk kerumunan besar. Wajah-wajah mereka dipenuhi rasa takut dan cemas.“Bu Kian! Pak Arthur!” seru salah seorang manajer divisi yang langsung menghampiri mereka. “Bagaimana ini? Akun-akun kami diteror. Bahkan ada yang mengancam akan mendatangi rumah kami karena mereka menuduh karyawan HW. Company sebagai komplotan penindas! Kami semua menerima intimidasi dari akun-aku

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Mengajak Berperang

    Keesokan harinya, di kediaman Arron.Kian terbangun dari lelapnya saat suara dering ponselnya yang sejak tadi tak berhenti. Sambil mengerjapkan mata, dia meraih benda pipih tersebut dan melihat nama Ginny tertera di layar. Perasaan Kian mendadak tidak enak. Dia segera menggeser tombol hijau dan menjawabnya.“Halo, Ginny? Ada apa sepagi ini menghubungi?’ tanya Kian dengan suara serak, matanya saja belum terbuka sempurna.Namun, begitu mendengar suara Ginny yang panik dari seberang panggilan, kantuk Kian yang tertinggal seketika sirna. Dia langsung terduduk tegak di atas ranjang. “Apa maksudmu, Ginny? Coba jelaskan pelan-pelan!”“Video baru Rose viral besar pagi ini, Bu! Sepertinya dia sengaja mengunggahnya tengah malam tadi saat orang-orang mulai lengah. Saya baru saja mengirimkan tautan videonya yang saya ambil dari media sosial ke nomor Anda. Anda harus melihat sendiri, Bu!” Suara Nindy yang terdengar panik dan cemas, membuat Kian langsung mematikan panggilan itu. Jari-jari Kian

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Agak Mirip

    Kian dan Arthur saling pandang sejenak setelah melihat kebingungan di wajah Arron.“Nanti aku jelasin, Kek. Aku akan minta pelayan buat bantu dia mandi dan ganti baju.” Kian menggandeng Kaylan pergi ke kamar milik bayinya.Kian memanggil seorang pelayan. Saat pelayan datang, Kian langsung menjelask

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Ini Kaylan

    Kian memperhatikan Kaylan yang berlari ke arahnya. Dia segera berdiri dari duduknya.“Ada apa, Kian?” Arthur menatap cemas.“Itu Kaylan.” Tatapan Kian tak teralihkan dari bocah laki-laki itu.Tatapan Arthur kini tertuju pada anak kecil yang sedang Kian tatap.“Itu anak kecil yang kamu ceritakan tem

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Ternyata Sombong

    Kian memperhatikan gadis berusia dua puluh lima tahun yang sedang memunguti barang-barang yang menimpa kaki Kian.Kian ikut berjongkok, dia mengambil botol sunscreen yang ada di samping kakinya.“Ini,” kata Kian sambil mengulurkan ke gadis ini.“Terima kasih.” Gadis ini, tak lain Mia, mengangguk pe

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Siapa Orang Tuanya?

    Di rumah kecil tempat Kaylan tinggal.Bocah laki-laki berumur lima tahun ini duduk di depan ember. Kedua tangan mungilnya mengucek pelan baju milik Sienna.Kaylan mencuci dengan kehati-hatian. Mereka tak punya banyak pakaian, jadi setiap baju yang mereka miliki, harus diperlakukan dengan baik agar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status