공유

Bab 77. Mati Rasa

작가: Zara Kisaka
last update 게시일: 2026-06-28 22:41:22

Mansion Klan Naga, Bogor - Pukul 21.00 WIB

Kael masih berada di posisi yang sama seperti beberapa jam lalu. Di dalam ruang kerjanya yang remang-remang, dokumen-dokumen penting klan naga hitam terabaikan begitu saja di atas meja. Fokusnya tersedot sepenuhnya pada layar tablet yang menampilkan siaran langsung dari dalam kamar Vio di Jakarta.

Alis Kael seketika bertaut erat saat melihat pintu kamar di layar itu terbuka. Vio melangkah masuk. Namun, penampilannya malam ini membuat Kael refleks men
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 82. Jangan Sentuh Aku

    Ancaman Clara lewat telepon tadi sore tidak membuat Vio gemetar. Sebaliknya, kata-kata beracun itu justru menguapkan seluruh sisa air mata di pipinya. Vio tahu, jika dia terus bersembunyi di kosan ini sambil meratapi nasib, Clara akan mengira ancamannya berhasil.Maka, tepat pukul delapan malam, Vio memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Dia harus mempersiapkan taktik baru untuk melindungi perusahaan ayahnya.Namun, takdir malam itu punya kejutan yang jauh lebih menegangkan.Baru saja sopir taksi menurunkan Vio di depan gerbang rumahnya yang megah di kawasan Jakarta Selatan, Vio langsung merasakan ada yang tidak beres. Gerbang rumahnya terbuka lebar. Dua satpam yang biasanya berjaga di depan, kini terkapar di atas rumput dengan tubuh gemetar, memegangi perut mereka yang tampaknya baru saja dihantam benda tumpul.Deg.Jantung Vio berdegup kencang. Firasat buruk langsung menyergap otaknya. Tanpa membuang waktu, dia berlari masuk ke dalam rumah.“Ayah! Ibu!” teriak Vio begitu mel

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 81. Siapa yang Akan Hancur Duluan?

    Langkah kaki Vio terasa begitu berat saat dia melangkah keluar dari gedung pencakar langit itu. Kalimat bisikan Kael di ruang rapat tadi terus bergema di kepalanya seperti kaset rusak, berputar tanpa henti dan mengacaukan seluruh sistem pertahanan yang telah dia bangun dengan susah payah selama dua minggu ini.“Tapi kamu tahu persis... siapa satu-satunya wanita yang punya hak untuk menelanjangi tubuhku.”Vio mencengkeram dadanya sendiri di dalam mobil. Jantungnya masih berdegup gila, berpacu dengan rasa sesak yang kian menghimpit. Dia heran, marah, sekaligus bingung setengah mati dengan sikap Kael yang terasa begitu ambigu. Pria itu melepaskannya lewat sepucuk surat dingin, bersanding dengan wanita lain di depan matanya, tetapi memberikan tatapan dan bisikan posesif seolah Vio masih menjadi miliknya yang paling berharga.Pertemuan tadi benar-benar membuat dunia Vio jungkir balik. Alih-alih pulang ke rumah orang tuanya, Vio meminta sopir taksi untuk mengantarkannya ke sebuah tempat ya

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 80. Pertemuan Tak Terduga

    Dua minggu telah berlalu, takdir bergerak lebih cepat dari yang mereka duga. Sebuah proyek kerja sama reklamasi dan pembangunan mega-resort mewah di Anyer memaksa dua kekuatan besar bertemu. Keluarga Vio yang memegang hak kelola wilayah legal harus duduk satu meja dengan Dirgantara Group, raksasa korporat yang sebenarnya merupakan kedok legal dari gurita bisnis Klan Naga Hitam.Ruang rapat utama di gedung pencakar langit Jakarta itu terasa begitu tegang, bahkan sebelum pertemuan dimulai.Vio duduk di sebelah ayahnya, mengenakan setelan blazer abu-abu gelap yang pas di tubuhnya. Rambutnya diikat rapi, menyisakan leher jenjangnya yang kini bersih tanpa cela. Wajahnya datar, memancarkan aura profesionalisme yang dingin.Klek.Pintu ruang rapat terbuka. Langkah kaki yang tegas dan berwibawa menggema, seketika menarik perhatian semua orang.Jantung Vio seolah berhenti berdetak saat melihat sosok pria yang melangkah masuk. Kael Dirgantara. Pria itu mengenakan setelan jas hitam formal, tampa

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 79. Kamu Gila, Kael!

    Bau anyir darah segar menyengat indra penciuman di dalam paviliun yang terkunci. Clara masih berdiri membeku di sudut ruangan dengan wajah pucat pasi. Dia menatap tidak percaya pada Kael yang kini bersandar di kaki sofa dengan napas memburu, tangannya dengan tenang dan santai mencabut pisau itu dari pahanya sendiri.Darah mengalir makin deras, tapi sepasang mata elang Kael justru menatap Clara seperti iblis yang siap mencabik mangsanya.“Panggil... Bagas…” ucap Kael, suaranya rendah dan serak, tetapi sanggup membuat lutut Clara gemetar. “Atau malam ini, tubuhmu yang akan menggantikan posisiku di lantai.”Clara yang ketakutan setengah mati langsung berlari membuka pintu rahasia dan memanggil Bagas. Tak butuh waktu lama, Bagas masuk bersama tim medis pribadi Kael. Bagas nyaris berteriak melihat luka tusuk di paha tuannya, tetapi Kael memberikan kode mata agar Bagas tetap diam.Sembari dokter menjahit lukanya tanpa bius karena Kael menolak agar sisa obat perangsang di tubuhnya bisa dilaw

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 78. Obat Per*ngsang

    Kael masih menatap layar monitor saat pintu ruang kerjanya diketuk dengan tergesa-gesa. Seorang pria paruh baya bertubuh tegap salah satu tangan kanan kepercayaan kakeknya melangkah masuk dan membungkuk hormat.“Tuan Muda Kael, Tuan Besar meminta Anda untuk segera datang ke paviliun utama. Ada hal sangat penting yang ingin beliau bicarakan,” ucap pria itu.Kael mematikan layar tabletnya dengan berat hati, menyimpan kembali separuh jiwanya ke dalam laci meja yang terkunci. Dia bangkit berdiri, merapikan jas hitamnya yang kaku, lalu melangkah tanpa ekspresi mengikuti utusan tersebut.Di paviliun utama yang bernuansa klasik, sang kakek sudah duduk di kursi kebesarannya, ditemani kepulan asap cerutu yang pekat. Begitu Kael masuk dan duduk di hadapannya, pria tua itu langsung meletakkan cerutunya dan menatap cucu tunggalnya dengan pandangan menuntut.“Bagaimana pelantikanmu semalam, Kael? Takhta sudah di tanganmu. Sekarang, sudah saatnya kita membahas masa depan klan yang sebenarnya. Aku i

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 77. Mati Rasa

    Mansion Klan Naga, Bogor - Pukul 21.00 WIB Kael masih berada di posisi yang sama seperti beberapa jam lalu. Di dalam ruang kerjanya yang remang-remang, dokumen-dokumen penting klan naga hitam terabaikan begitu saja di atas meja. Fokusnya tersedot sepenuhnya pada layar tablet yang menampilkan siaran langsung dari dalam kamar Vio di Jakarta. Alis Kael seketika bertaut erat saat melihat pintu kamar di layar itu terbuka. Vio melangkah masuk. Namun, penampilannya malam ini membuat Kael refleks menegakkan punggungnya dengan tegang. Vio terlihat sangat lesu. Langkah kakinya gontai, dan bahunya tampak merosot ke bawah seperti menahan beban fisik yang teramat berat. Tanpa ekspresi, wanita itu mengambil handuk dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Kael menunggu dengan cemas yang mulai menggerogoti dadanya. Dua puluh menit kemudian, Vio kembali keluar setelah membersihkan diri. Jantung Kael serasa berhenti berdetak saat kamera tersembunyi ber-resolusi tinggi miliknya menangkap detail tubu

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 67. Ingin Malam Pertama

    Rintik hujan di luar jendela kaca besar vila Pulau Caraka seolah menjadi latar musik bagi penderitaan Vio yang tiada akhir. Di sudut lantai dingin itu, kondisi fisik Vio sudah berada di ambang batas pertahanan manusia. Bibirnya pecah-pecah hingga mengeluarkan darah kering, matanya cekung dengan l

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 66. Identitas Sesungguhnya

    Kapal cepat itu kembali bersandar di dermaga sunyi Jakarta Utara dengan kondisi mengenaskan. Lambung kapal dipenuhi baretan akibat hantaman ombak, dan rintik hujan yang kian menderu seolah ikut meratapi kegagalan Kael.​Kael melangkah turun dengan tubuh yang basah kuyup. Langkahnya tak lagi limbung

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 65. Di Sebuah Pulau

    Kembali ke dalam mobil sport hitamnya, Kael mencengkeram kemudi dengan napas yang memburu. Bagas yang duduk di kursi penumpang depan bergerak secepat kilat dengan laptopnya, meretas sistem pemantauan radar maritim swasta yang sempat melintasi wilayah pesisir subuh tadi.Suasana di dalam kabin mobil

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 64. Pernah Melihat Wanita Ini?

    Kembali ke Jakarta, suasana di ruang kerja apartemen Kael terasa begitu mencekam. Setelah menyadari bahwa hilangnya Vio, Gisella, dan Rio secara bersamaan bukanlah pelarian biasa melainkan sebuah skenario penculikan yang rapi, Kael tidak lagi membuang waktu dengan botol-botol alkohol.Predator di d

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status