Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 66. Nikah Yuk!

Share

Bab 66. Nikah Yuk!

last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-21 17:00:34

Raka menelan ludah. Kata-kata Lira adalah hal yang jujur pasti diinginkan semua pria, keperawanan. Apalagi ucapan itu meluncur tulus dari gadis manis berukuran dada ekstra size.

Tangan Lira masih bermain di keintiman Raka. Gerakan lembut itu membuat seluruh darah di otot tersebut berdesir. Raka tak bisa menampik jika dia menginginkan kenikmatan yang lebih lagi.

Apalagi saat bayangan ketika pertama kali bersama Lira. Kesempatan menikmati tubuh gadis itu meskipun tidak total,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 66. Nikah Yuk!

    Raka menelan ludah. Kata-kata Lira adalah hal yang jujur pasti diinginkan semua pria, keperawanan. Apalagi ucapan itu meluncur tulus dari gadis manis berukuran dada ekstra size.Tangan Lira masih bermain di keintiman Raka. Gerakan lembut itu membuat seluruh darah di otot tersebut berdesir. Raka tak bisa menampik jika dia menginginkan kenikmatan yang lebih lagi.Apalagi saat bayangan ketika pertama kali bersama Lira. Kesempatan menikmati tubuh gadis itu meskipun tidak total, membuat tangannya ingin sekali bergerak dan meremas keindahan si kembar.“Ka … kamu suka aku kan … meskipun kamu belum cinta aku, tidak apa-apa, kita bisa mencobanya dan aku akan jadi istri yang patuh dan memanjakanmu selalu.” Bisikan penuh godaan itu begitu melambungkan.Apalagi ketika Lira tiba-tiba saja menurunkan celana Raka dan langsung menyentuh miliknya yang keras tanpa penghalang. Kulit lembut bertemu dengan otot kerasnya, merupakan perpaduan yang sempurna.Kes

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 65. Sentuh Aku Lebih Dalam

    Raka baru saja menjagrak motor bututnya saat Dinda melongokkan kepalanya dari jendela klinik. Tak biasanya gadis manis itu seperti tak sabar menunggunya hingga masuk ke dalam. “Ka, udah ada yang nungguin, tuh!” “Siapa? Dinda nggak lagi ngerjain Kanda, kan?” goda Raka, sementara tangannya sibuk membuka bagasi demi mengeluarkan tas ranselnya. “Dih, siapa juga yang ngerjain,” ketus Dinda. Entah kenapa ia mulai kesal karena tamu-tamu Raka pagi ini. “Tunggu di situ, aku mesti ngomong sama kamu!” Dinda langsung menutup jendela dan bergegas menghampiri Raka. Raka masih mengatur isi bagasinya. Ia memasukkan jaket diantara jas hujan yang selalu setia menjadi penghuni tetap bagasi di musim kemarau seperti ini. “Ka, kamu tahu nggak. Aku kerja di sini, dibayar buat nerima reservasi pelanggan. Buat nerima tamu-tamu perempuan kamu!” cicit Dinda begitu muncul di depan ruang parkir klinik. “Kamu gila apa, bawa-bawa pacar kamu ke sini? Kalo

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 64. Wah, Kerjaan Baru Nih!

    “Ada apa Raka, apa ada masalah?” tanya Kyra saat melihat penolongnya terlihat gusar.Raka masih melamun, dia tidak konsentrasi dengan pertanyaan perempuan di depannya. Dalam benak laki-laki itu ada rasa geram mendengar apa yang dikatakan oleh Rino.“Menaruh pelacak pada ponselku. Sialan, kapan dia melakukannya. Dasar bocah tengik. Aku harus kasih dia pelajaran.” Raka membolak-balik ponselnya dan mencari fitur yang mungkin ditaruh Rino pada benda pipih itu.Shakira yang melihatnya menjadi bingung. Dia tidak tahu apa yang terjadi, tetapi tampang Raka menunjukkan kalau pria itu sedang kesal. Janda muda itu menggigit bibirnya. Dia berpikir kalau kekasih Raka pasti sedang marah saat ini, karena pemuda itu tak menepati janjinya. Perasaan Shakira pun jadi tidak enak, merasa dia telah menjadi pengganggu.“Kamu … apa harus pergi ke suatu tempat … kalau iya, tidak apa-apa.” Suara Shakira lemah, berbaur dengan putus asa. Rasa takut itu masih menyel

  • Mau Berapa Ronde?   Bab.63. Si Sexy Shakira

    “Mas Raka.” Shakira mendorong pria muda itu. Wajahnya memerah saat merasakan telapak tangan pria muda yang beberapa kali menyelamatkan hidupnya itu menangkup di dadanya. Jantungnya berdebar keras seakan hendak berontak keluar dari rongga dadanya. Tapi intuisinya mengatakan ia tidak bisa mengharapkan lebih dari ini, apalagi pada orang yang belum begitu dikenalnya dengan baik. Raka marah pada dirinya sendiri. Dia memang tidak sengaja menyentuh bagian lembut itu karena menolong Shakira yang hampir jatuh, tetapi jiwa laki-lakinya langsung saja bergolak. Begitu lembut meskipun sebagian tertutup oleh kain penampungnya. Otak kotornya mulai menginginkan lebih, tetapi sebagai pria jantan dia harus bisa menahan diri. Apalagi perempuan di depannya ini sedang kesusahan, baru saja menjanda dan hendak dicelakai.“Non Kira, ikan arwananya tidak bisa diselamatkan,” sela Arum, pembantu rumah tangga yang tadi terlihat pingsan di ruang tamu. Sesaat Sha

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 62. Siapa Dibalik Semua Ini?

    “Kamu bocah …!” pria botak itu hendak menyumpah, tetapi urung. Bagaimanapun goresan di lehernya terasa nyata. Benda tajam itu dengan kekuatan Raka bisa menggores kapan saja. Si Botak menatap ke arah teman-temannya, memohon pada mereka untuk bertindak.“Untuk apa kamu tahu siapa yang menyuruh kami, kalau kamu tahu pun kamu tak akan bisa apa-apa!” ucap pria dengan alis terbelah.“Oh ya … jadi kalian semua hanya perampok biasa yang pengecut karena hanya bisa main keroyokan dan menyakiti wanita?” Raka tersenyum sinis ke arah empat orang kasar di depannya.“Sialan kamu!” geram si alis tebal.“Aku tidak mau basa-basi lagi, kalian mau menyaksikan aku menyiksa si botak atau pergi dan katakan pada tuan kalian, jangan macam-macam dengan perempuan lemah!” Kata-kata Raka terdengar santai tetapi penuh dengan peringatan.Terlihat sedikit keraguan di mata mereka. Meskipun si botak sudah melotot marah, tetapi keempat pria itu masih juga berdiri

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 61. Bukan Perampok Biasa

    Empat lelaki itu berdiri tegap di depan Raka. Sepasang kakinya memasang kuda-kuda seakan siap menghadapi segala yang mungkin akan terjadi. Satu di antara mereka mulai bergerak, mengantarkan tinjunya ke wajah Raka. Tapi berkat cincin itu, Raka bisa membaca gerakan pria itu bahkan dalam gerakan lambat. Ia segera menggeser tubuhnya. Tinju yang terlanjur dilancarkan, tak sempat ditahannya. Tubuh lelaki itu limbung saat tangan melesat jauh ke depan dan menghantam aquarium ikan arwana. Akuarium itu pecah seketika. Makhluk kecil berwarna keemasan dengan ukuran satu kaki manusia itu menggelepar di atas lantai keramik yang basah dan kacau karena serpih pecahan kacanya. “Arwana ku,” teriak Shakira. Ia mendorong lelaki yang berusaha menghalangi pergerakannya. Tapi tenaganya tak cukup kuat untuk melepaskan diri dari lelaki itu “Nona, kalau saja kamu nurut sejak awal. Kamu nggak bakal kehilangan ikan kesayanganmu. Kami juga nggak perlu repot-repot seperti sekarang.” Lelaki itu melingkarkan le

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status