공유

Bab 16

작가: LV Edelweiss
last update 게시일: 2026-03-13 23:49:44

Waktu sudah menunjukkan pukul dua lewat tiga puluh. Mobil Bintang baru saja berhenti di depan sebuah rumah makan kuliner Nusantara, yang menyediakan berbagai macam menu khas Indonesia yang cukup terkenal. Seperti ayam tangkap dari Aceh, sambal matah dari Bali, rendang dari Sumatera Barat dan sebagainya.

Mereka turun begitu mobil sudah berhenti sempurna. Langsung mencari tempat duduk dengan spot yang bagus agar makannya bisa lebih nyaman dan nikmat.

“Kamu mau makan apa, Nya?” Bintang bertanya se
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 108

    “Aaahh … akhirnya,” seru Bintang bahagia. Ia sudah berbaring di atas ranjang tempat tidurnya. Anya hanya melirik dan tersenyum sembari terus merapikan barang-barang bawaan mereka selama di rumah sakit. “Anya …,” panggil Bintang tiba-tiba. “Hm, iya, Om. Ada apa?” sahut Anya tanpa menoleh. “Saya kangen,” ucap Sang Mayor jujur. Gerakan tangan Anya spontan berhenti dan membeku sejenak. Ia lalu menoleh perlahan dan menatap Bintang dengan senyum jengahnya. Tanpa kata-kata Bintang pun menepuk kasur dua kali, kode agar Anya mendekat dan duduk di sampingnya. Mengerti, Anya pun langsung bangkit dan melangkah mendekati suaminya itu. “Kok kangen sih, Om. Aku kan selalu ada di dekat Om. Nggak pernah ninggalin Om Bintang.”Dengan gerakan tegas tapi tidak kasar, Bintang pun menarik Anya merapat ke tubuhnya hingga wajah mereka nyaris tak berjarak. “Saya kangen belaian istri saya, Anya. Selama di rumah sakit, saya tidak bisa menyentuhmu, peluk kamu … cium kamu,” jawab Bintang jujur. Pipi Anya

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 107

    Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Bintang diizinkan pulang. Kepulangan Sang Mayor disambut dengan pengamanan yang jauh lebih ketat dari biasanya. Meski Bintang bersikeras bahwa dirinya sudah pulih total dan bisa berjalan sendiri, Langit dan Kapten Bima tetap siaga mendampingi di sisi kanan dan kirinya sejak keluar dari pintu lobi rumah sakit Kasih Ibu.​Anya berjalan di sebelah Bintang, membawa tas berisi sisa perlengkapan selama rawat inap. Sorot matanya tak lagi sekeruh beberapa hari lalu, namun gurat waspada kini jelas tercetak di wajah ayunya.Rahasia besar yang pecah malam itu mengubah kepercayaan Anya sepenuhnya. Setiap sudut koridor rumah sakit dan setiap pasang mata berseragam loreng kini terasa seperti ancaman yang mengerikan. “Kenapa harus dikawal sebanyak ini, Bim?” bisik Bintang pada Bima.“Ini sesuai proses, Mayor. Sudah, kamu ikuti saja,” jawab Bima dengan nada yang sama berisiknya. “Iya, tapi ini bisa memancing atensi semua orang. Kamu lihat tuh,

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 106

    Bintang tidak segera menjawab. Ia justru mengunci ponselnya, membiarkan layarnya meredup, lalu meletakkannya kembali di atas nakas dengan gerakan yang sangat hati-hati. Ia menatap Anne dengan sorot mata penuh penghormatan, sekaligus kepedihan yang mendalam.​Di sebelahnya, Rahayu tampak terperanjat, menatap Bintang dan Anne secara bergantian dengan napas yang tertahan. “Jeng ... kamu ... kamu kenal dengan perwira di foto ini?” tanya Rahayu dengan suara yang bergetar.​Anne tidak langsung menjawab pertanyaan Rahayu. Matanya masih lurus menuntut jawaban dari Bintang. Tubuhnya semakin bergetar hebat dalam dekapan Anya yang kini ikut menangis dalam diam.“Saya … saya menemukan potongan berita ini di antara berkas-berkas lama mendiang Papa, Bun,” jawab Bintang akhirnya, suaranya terdengar begitu berat memenuhi sudut kamar VVIP yang senyap. “Sepertinya Papa menyimpan berkas penyelidikan internal yang sengaja dihentikan secara paksa oleh atasan mereka puluhan tahun lalu.”​Bintang menjeda ka

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 105

    Sebenarnya Bintang masih tetap ingin merahasiakan masalah ini dari keluarganya, tapi sepertinya tidak akan mungkin. Terlebih dari Anne. Ya, Anne adalah saksi kunci dari kasus yang tengah Bintang selidiki. Satu-satunya orang yang ada bersama Arjuna kala itu. Jadi, menyembunyikan kebenaran ini dari dua keluarga yang takdirnya saling bertaut adalah hal yang mustahil. Rahayu, ibunya, adalah janda dari seorang perwira yang karirnya terang benderang. Sementara Anne, ibu mertuanya, adalah istri dari seorang Arjuna Abrisam—pria yang selama puluhan tahun dianggap menghilang dan tidak diketahui keberadaannya hingga sampai saat ini. Bintang melirik sekilas ke arah Anne yang duduk tenang di dekat Anya bersama Andini. Wanita paruh baya itu tampak anggun dengan gurat wajah teduh yang menyimpan sejuta ketabahan, namun juga luka lama yang belum sepenuhnya mengering. “Bintang ... kamu dengar Mama, kan? Kok malah melamun sih?” tegur Rahayu, membuyarkan pergolakan batin yang berkecamuk di kepala Sa

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 104

    Bintang menangkup kedua belah pipi Anya dengan kedua telapak tangannya yang hangat, memaksa istrinya untuk menatap lurus ke dalam sepasang netra elangnya, mencoba menyalurkan ketegasan dan ketenangan seorang prajurit langsung ke dalam jiwa Anya yang sedang rapuh. “Anya, tatap saya. Dengarkan saya baik-baik,” ucap Bintang dengan suara baritonnya yang dalam, bergetar penuh penekanan namun sarat akan kelembutan. “Semua akan baik-baik saja.” ​Anya sesenggukan, mata bulatnya yang berair menatap Bintang dengan pandangan memohon yang teramat sangat. “Om, please ... stop, Om. Mereka punya pangkat, mereka punya kekuasaan. Kita bisa apa? Kita nggak punya apa-apa.” “Saya punya kamu, Anya,” sahut Bintang cepat. Anya semakin manangis mendengarnya. Kepalanya ia tunjukkan dalam-dalam, tak kuasa melihat wajah laki-laki yang sangat ia cintai. “Dua puluh tahun yang lalu, ayahmu terpaksa mengalah dan memilih mundur karena dia berjuang sendirian demi menyelamatkan kamu dan ibumu," tutur Bintang,

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 103

    Bintang kembali menghela napas berat. Ia sudah menduga, jika Anya pasti tidak akan percaya dengan kenyataan yang ia temukan. Dan mungkin, semua orang juga tidak akan percaya. Namun entah mengapa, feeling-nya mengatakan jika pria yang ada dalam surat kabar tersebut adalah ayah mertuanya, Arjuna Abrisam.“Anya, dengarkan saya ….” Bintang menegakkan posisi duduknya agar bisa lebih jelas melihat wajah Anya. “Saya tahu, kamu pasti tidak akan percaya dengan apa yang saya sampaikan. Tapi saya yakin, feeling saya tidak akan salah. Wajahmu, senyummu, itu sangat mirip dengan laki-laki yang pernah bertemu dengan saya dua puluh tahun yang lalu. Dia sangat mirip dengan kamu, Anya.”Anya menoleh dan menatap Bintang dengan mata yang basah. “Maksud Om ... Om pernah ketemu langsung sama Ayah?” tanyanya dengan suara serak yang nyaris hilang.Bintang mengangguk pelan. Tatapannya menerawang jauh, melintasi sekat waktu, saat dirinya masih menjadi seorang remaja laki-laki berseragam SMA.“Waktu saya masih

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 87

    Anya membelalakkan mata melihat benda hitam legam yang kini berada di genggaman tangan suaminya. Tubuhnya seketika menjadi kaku. Bahkan untuk bernapas pun rasanya berat. Piring makan di hadapannya tak lagi menarik perhatiannya. Seluruh fokusnya kini tersedot pada ketegangan yang mendadak mencekik a

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 83

    “Sampai jumpa nanti sore, Om.” Anya melambaikan tangan pada Bintang. Sesaat kemudian, mobil crossover hitam itu pun sudah melaju meninggal area rumah sakit Kasih Ibu.Anya melangkah masuk ke dalam rumah sakit. Kedua tangannya masih berada pada tali tas ransel kecilnya, dengan gantungan Lababa seged

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 82

    “Saya terpilih untuk ikut Latgabma, Anya,” ucap Bintang saat ia dan Anya sudah berbaring di atas ranjang tempat tidur. Suaranya tenang, tapi sedikit ada getar di ujungnya. Jujur, sudah sejak tadi ia terus memendam kalimat itu. Bahkan hingga mereka sudah berada di dalam kamar dan terbaring dengan g

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 81

    Anne menatap sebuah foto yang ada di tangannya. Tatapannya datar tapi begitu sendu dan pilu. Ia usap dengan induk jarinya gambar wajah seseorang yang ada di foto itu. Senyum getir mengembang di bibirnya. “Aku sangat merindukanmu. Kamu ke mana? Perginya jauh sekali ya, sampai harus selama itu? Suda

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status