Share

Bab 53

Author: LV Edelweiss
last update publish date: 2026-04-07 15:07:53

Terkejut, Anya segera bangkit dan duduk sembari melihat kepada Bintang. “Ke—kesakitan, Om? Apanya yang sakit, Om?” tanyanya panik.

Ia benar-benar takut, sesuatu yang buruk terjadi pada suaminya. Mengingat umur laki-laki itu juga sudah tidak lagi muda. Bisa saja kan, Sang Mayor punya riwayat penyakit jantung atau hipertensi akut yang kambuh secara tiba-tiba.

“Rasanya, ngilu ... sekali, Anya.” Bintang terlihat meringis.

“Ngilu? Apa sih, Om?” Anya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 107

    Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Bintang diizinkan pulang. Kepulangan Sang Mayor disambut dengan pengamanan yang jauh lebih ketat dari biasanya. Meski Bintang bersikeras bahwa dirinya sudah pulih total dan bisa berjalan sendiri, Langit dan Kapten Bima tetap siaga mendampingi di sisi kanan dan kirinya sejak keluar dari pintu lobi rumah sakit Kasih Ibu.​Anya berjalan di sebelah Bintang, membawa tas berisi sisa perlengkapan selama rawat inap. Sorot matanya tak lagi sekeruh beberapa hari lalu, namun gurat waspada kini jelas tercetak di wajah ayunya.Rahasia besar yang pecah malam itu mengubah kepercayaan Anya sepenuhnya. Setiap sudut koridor rumah sakit dan setiap pasang mata berseragam loreng kini terasa seperti ancaman yang mengerikan. “Kenapa harus dikawal sebanyak ini, Bim?” bisik Bintang pada Bima.“Ini sesuai proses, Mayor. Sudah, kamu ikuti saja,” jawab Bima dengan nada yang sama berisiknya. “Iya, tapi ini bisa memancing atensi semua orang. Kamu lihat tuh,

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 106

    Bintang tidak segera menjawab. Ia justru mengunci ponselnya, membiarkan layarnya meredup, lalu meletakkannya kembali di atas nakas dengan gerakan yang sangat hati-hati. Ia menatap Anne dengan sorot mata penuh penghormatan, sekaligus kepedihan yang mendalam.​Di sebelahnya, Rahayu tampak terperanjat, menatap Bintang dan Anne secara bergantian dengan napas yang tertahan. “Jeng ... kamu ... kamu kenal dengan perwira di foto ini?” tanya Rahayu dengan suara yang bergetar.​Anne tidak langsung menjawab pertanyaan Rahayu. Matanya masih lurus menuntut jawaban dari Bintang. Tubuhnya semakin bergetar hebat dalam dekapan Anya yang kini ikut menangis dalam diam.“Saya … saya menemukan potongan berita ini di antara berkas-berkas lama mendiang Papa, Bun,” jawab Bintang akhirnya, suaranya terdengar begitu berat memenuhi sudut kamar VVIP yang senyap. “Sepertinya Papa menyimpan berkas penyelidikan internal yang sengaja dihentikan secara paksa oleh atasan mereka puluhan tahun lalu.”​Bintang menjeda ka

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 105

    Sebenarnya Bintang masih tetap ingin merahasiakan masalah ini dari keluarganya, tapi sepertinya tidak akan mungkin. Terlebih dari Anne. Ya, Anne adalah saksi kunci dari kasus yang tengah Bintang selidiki. Satu-satunya orang yang ada bersama Arjuna kala itu. Jadi, menyembunyikan kebenaran ini dari dua keluarga yang takdirnya saling bertaut adalah hal yang mustahil. Rahayu, ibunya, adalah janda dari seorang perwira yang karirnya terang benderang. Sementara Anne, ibu mertuanya, adalah istri dari seorang Arjuna Abrisam—pria yang selama puluhan tahun dianggap menghilang dan tidak diketahui keberadaannya hingga sampai saat ini. Bintang melirik sekilas ke arah Anne yang duduk tenang di dekat Anya bersama Andini. Wanita paruh baya itu tampak anggun dengan gurat wajah teduh yang menyimpan sejuta ketabahan, namun juga luka lama yang belum sepenuhnya mengering. “Bintang ... kamu dengar Mama, kan? Kok malah melamun sih?” tegur Rahayu, membuyarkan pergolakan batin yang berkecamuk di kepala Sa

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 104

    Bintang menangkup kedua belah pipi Anya dengan kedua telapak tangannya yang hangat, memaksa istrinya untuk menatap lurus ke dalam sepasang netra elangnya, mencoba menyalurkan ketegasan dan ketenangan seorang prajurit langsung ke dalam jiwa Anya yang sedang rapuh. “Anya, tatap saya. Dengarkan saya baik-baik,” ucap Bintang dengan suara baritonnya yang dalam, bergetar penuh penekanan namun sarat akan kelembutan. “Semua akan baik-baik saja.” ​Anya sesenggukan, mata bulatnya yang berair menatap Bintang dengan pandangan memohon yang teramat sangat. “Om, please ... stop, Om. Mereka punya pangkat, mereka punya kekuasaan. Kita bisa apa? Kita nggak punya apa-apa.” “Saya punya kamu, Anya,” sahut Bintang cepat. Anya semakin manangis mendengarnya. Kepalanya ia tunjukkan dalam-dalam, tak kuasa melihat wajah laki-laki yang sangat ia cintai. “Dua puluh tahun yang lalu, ayahmu terpaksa mengalah dan memilih mundur karena dia berjuang sendirian demi menyelamatkan kamu dan ibumu," tutur Bintang,

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 103

    Bintang kembali menghela napas berat. Ia sudah menduga, jika Anya pasti tidak akan percaya dengan kenyataan yang ia temukan. Dan mungkin, semua orang juga tidak akan percaya. Namun entah mengapa, feeling-nya mengatakan jika pria yang ada dalam surat kabar tersebut adalah ayah mertuanya, Arjuna Abrisam.“Anya, dengarkan saya ….” Bintang menegakkan posisi duduknya agar bisa lebih jelas melihat wajah Anya. “Saya tahu, kamu pasti tidak akan percaya dengan apa yang saya sampaikan. Tapi saya yakin, feeling saya tidak akan salah. Wajahmu, senyummu, itu sangat mirip dengan laki-laki yang pernah bertemu dengan saya dua puluh tahun yang lalu. Dia sangat mirip dengan kamu, Anya.”Anya menoleh dan menatap Bintang dengan mata yang basah. “Maksud Om ... Om pernah ketemu langsung sama Ayah?” tanyanya dengan suara serak yang nyaris hilang.Bintang mengangguk pelan. Tatapannya menerawang jauh, melintasi sekat waktu, saat dirinya masih menjadi seorang remaja laki-laki berseragam SMA.“Waktu saya masih

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 102

    “... kasus lama, Ma. Tapi ya … tidak penting juga.” Bintang berbohong.“Tidak penting? Kalau tidak penting, mana mungkin ada orang yang mau bunuh kamu, Bin. Pokoknya kamu harus kasih tahu mama. Mama dan Langit akan ke rumah masih liat kamu nanti malam. Tunggu adikmu pulang dinas dulu.”Bintang terdiam. Kalau Rahayu sudah membuat keputusan sulit untuk ia bantah. Lagi pula, mana mungkin ia bisa terus-terusan menyembunyikan rahasia besar dari keluarganya. Apalagi rahasia itu menyangkut ayah mertuanya sendiri.“Anya melirik ke arah Bintang yang tampak mengatupkan rahangnya rapat-rapat. Ekspresi wajah Sang Mayor kembali mengeras, menyiratkan beban pikiran yang teramat berat. Melihat suaminya seperti orang bisu, Anya berinisiatif mengambil alih pembicaraan. Ia mendekatkan ponsel Bintang ke bibirnya.“Iya, Ma ... nanti malam Anya tunggu sama Om Bintang di kamar rawat, ya. Tapi Mama janji harus jaga kesehatan, jangan sampai tekanan darah Mama naik karena panik,” ucap Anya lembut, mencoba men

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 92

    Bintang menghentikan gerakannya sekilas, lalu sebuah senyum penuh arti terbit di wajah lelahnya. Tatapan elang pria itu menggelap, mengunci netra bulat Anya yang kini memancarkan binar menggoda yang sangat berani—sangat kontras dengan air mata yang baru saja ia hapus.“Kenapa? Kamu keberatan?” tant

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 90

    Isak tangis Anya terdengar begitu memilukan di tengah keheningan ruang tamu yang kosong. Kalimat terakhir Bulan tadi pagi terus terngiang-ngiang di kepalanya, seperti kaset rusak yang sengaja diputar untuk menyiksanya. Semalaman mereka memadu kasih, saling mendekap dan bertukar kehangatan yang beg

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 89

    Tok, tok, tok.​Suara ketukan itu kembali terdengar, memutus keheningan asrama di pagi hari yang mendung ini. Anya menelan ludah, sisa-sisa trauma dari teror telepon semalam mendadak membuat dadanya berdebar agak kencang. Ia merapatkan piyama yang dikenakannya, memastikan penampilannya cukup rapi s

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 87

    Anya membelalakkan mata melihat benda hitam legam yang kini berada di genggaman tangan suaminya. Tubuhnya seketika menjadi kaku. Bahkan untuk bernapas pun rasanya berat. Piring makan di hadapannya tak lagi menarik perhatiannya. Seluruh fokusnya kini tersedot pada ketegangan yang mendadak mencekik a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status