Share

Bab 35

Penulis: Author Lee
last update Tanggal publikasi: 2026-06-15 16:50:26

Aaron sudah berada di ruang makan saat Olivia tiba.

Hidangan makan siang yang kelihatan begitu nikmat dan lezat sudah tersaji di atas meja.

Olivia menarik kursi dan duduk di sisi kanan Aaron. Kepalanya tertunduk. Ia berusaha menghindari tatapan mata Aaron yang mulai tertuju ke arahnya.

Saat di kamarnya, Josh memberitahunya bahwa Olivia mengenakan kemeja miliknya. Tapi sekarang wanita itu sudah berganti pakaian.

Olivia sudah mengenakan sebuah gaun panjang berwarna kuning yang membuat pembawaan d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 35

    Aaron sudah berada di ruang makan saat Olivia tiba.Hidangan makan siang yang kelihatan begitu nikmat dan lezat sudah tersaji di atas meja.Olivia menarik kursi dan duduk di sisi kanan Aaron. Kepalanya tertunduk. Ia berusaha menghindari tatapan mata Aaron yang mulai tertuju ke arahnya.Saat di kamarnya, Josh memberitahunya bahwa Olivia mengenakan kemeja miliknya. Tapi sekarang wanita itu sudah berganti pakaian.Olivia sudah mengenakan sebuah gaun panjang berwarna kuning yang membuat pembawaan dirinya begitu cerah.Aaron merasa agak sedih karena belum sempat melihat bagaimana penampilan Olivia saat mengenakan kemejanya yang pasti akan kebesaran untuknya."Kenapa lama sekali?" tanya Aaron dengan nada ringan.Olivia berdeham pelan. "Aku mengganti pakaianku dulu sebelum kemari." sahutnya dengan suara sedikit serak. Ia sama sekali tidak menoleh ke arah Aaron.Berpura-pura menyibukkan diri mungkin akan membuat pria itu berhenti berbicara dengannya, begitu pikir Olivia. Ia mulai menyendokkan

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 34

    Olivia langsung menutup pintu kamarnya dengan kencang, menimbulkan suara bantingan yang cukup keras.Ia langsung meletakkan kotak obat yang didekapnya untuk menutupi dadanya yang tidak mengenakan apa pun di atas meja terdekat, lalu berlari ke lemari pakaian untuk mengambil pakaian baru.Tanpa sengaja, pandangan matanya terlempar ke arah sebuah cermin besar yang memperlihatkan kesuluruhan penampilannya saat itu.Kedua matanya membelalak lebar menyaksikan penampilannya yang tampak begitu berantakan. Tubuhnya langsung mencelos dan terduduk di atas lantai yang beralas karpet lembut.Jadi, seperti inilah penampilannya yang terlihat oleh Josh dan pelayan tadi saat ia keluar dari kamar Aaron. Berantakan tidak karuan seperti telah melakukan sesuatu yang terlarang di dalam sana.Olivia langsung merengek tanpa suara sambil menghentakkan kaki dan tangannya ke lantai, seperti seorang anak kecil yang baru saja dimarahi ibunya.Penampilannya saat itu sangat memalukan. Josh dan pelayan yang melihatn

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 33

    Olivia menanggalkan gaunnya yang secara keseluruhan telah basah saat dirinya masih menginjak alas kaki di depan pintu kamar mandi.Kini tidak ada sehelai benang pun yang menutupi kulit tubuhnya. Udara dingin menerpa, membuatnya mulai merasa kedinginan.Ia buru-buru berlari ke lemari pakaian, membuka setiap pintu lemari enam pintu tersebut lebar-lebar dan akhirnya berhasil menemukan handuk untuk membungkus tubuhnya sementara.Di dalam sana ada banyak sekali pakaian milik pria itu, tergantung dan tersusun dengan rapi. Dilihat dari potongan dan jenis kainnya saja orang-orang sudah tahu bahwa semua itu adalah pakaian mahal dengan harga fantastis.Pilihan Olivia akhirnya berhenti pada sebuah kemeja warna putih bersih dengan lengan panjang.Ukuran kemejanya cukup panjang, hampir menyentuh lutut Olivia. Mengenakan kemeja itu membuat Olivia terlihat seperti sedang memakai sebuah baju terusan."Astaga," gumam Olivia setelah teringat sesuatu.Seluruh pakaian dalamnya juga ikut basah. Mau tidak

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 32

    🔞-----Olivia dapat merasakan tatapan mata Aaron yang tertuju penuh ke arahnya. Setiap gerak-geriknya seolah dipantau oleh sepasang mata yang dapat menembus masuk hingga ke dalam tubuhnya."Sampai kapan kau mau terus menyiram tubuhku dengan air?"Suara Aaron yang rendah memecah keheningan dan ketegangan. Sejak tadi Olivia sama sekali tidak berani mengangkat wajah menatap pria itu.Melihat Aaron yang bertelanjang dada saja sudah membuat jantungnya seperti hampir melompat keluar, apalagi harus melihat tubuhnya yang basah tanpa busana?Matanya tanpa sengaja menangkap bayangan samar di bawah tubuh Aaron. Olivia tertegun sejenak. Awalnya ia sama sekali tidak menyadarinya. Butuh waktu selama beberapa detik untuk sadar apa yang sedang diperhatikannya.Sontak Olivia langsung terkesiap dan menutup mulutnya dengan tangan. Ekspresinya barusan membuat Aaron tidak dapat menahan tawa."Kau membuatku semakin penasaran, Olivia."Aaron yang semula bersandar di tepi bak, kini mulai mendekat ke arah O

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 31

    🔞-----Kedua mata bulat Olivia terbelalak sekali lagi saat mendengar Aaron memintanya untuk membersihkan tubuhnya."M-maksudnya?" tanya Olivia polos dengan suara terbata-bata.Aaron mendengus pelan. "Lukaku belum kering 'kan? Apa kau mau lukaku membusuk karena terkena air?"Olivia mengerjap. Yang dikatakan Aaron memang ada benarnya. Tapi ia tetap ingin menolak. Mana mungkin ia melakukannya!"Ada banyak pria di mansion ini. Kenapa kau tidak meminta bantuan salah satu dari mereka saja?" tukas Olivia. "Lagipula mana mungkin aku melakukannya!"Ucapan Olivia yang polos membuat Aaron tergelak. "Kenapa tidak mungkin?" celetuknya sambil menatap Olivia.Tatapan mata Aaron membuat jantung Olivia berdegup semakin kencang. Tatapan itu tampak dalam, seolah berhasil menelanjanginya."Kau ini calon istriku. Pada akhirnya kau juga akan melihat seluruh tubuhku tanpa sehelai benang pun."Kalimat Aaron barusan membuat wajah Olivia semakin memanas. Rasanya ia ingin melarikan diri sekarang juga.Aaron k

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 30

    Nada bicara Aaron terdengar sedikit naik. Tidak terdengar kemarahan sama sekali dalam suaranya. Namun cukup membuat Olivia merasa terintimidasi.Olivia ragu sejenak. Tapi kemudian ia menuruti perintah Aaron tersebut. Ia memutar kunci yang berwarna keemasan itu. Klik. Pintu pun terkunci dari dalam.Tepat setelah pintu terkunci, Aaron berjalan ke arah tempat tidur, lalu duduk di pinggirnya. Olivia hanya memperhatikannya dari tempatnya berdiri. Ia sama sekali tidak berpindah."Kenapa kau hanya berdiri di situ?" tanya Aaron dengan nada datar. "Kemarilah."Dengan langkah penuh keraguan, Olivia mendekati Aaron dan terhenti tepat di hadapan pria itu.Tubuh Aaron cukup tinggi. Meskipun pria itu sedang duduk, tapi kini posisi mereka nyaris sejajar."Lepaskan pakaianku."Kedua mata Olivia terbelalak mendengar perintah Aaron barusan. Kali ini ia tidak langsung menurutinya. "Untuk apa?" tanya Olivia gugup. Kedua telapak tangannya berubah dingin.Aaron mendengus pendek. "Apa kau lupa dengan luka s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status